PATI – Dua kapal terbakar di dok kapal milik H. Lasdi di RT 3/RW 4, Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Pati, kemarin malam. Dua kapal itu milik Didik Anggoro, warga Desa Bajomulyo dan Suwarno, warga Desa Bendar.
Kapal milik Didik terbakar di bagian kamar nakhoda dan semua kamar mesin di anjungan kapal. Sedangkan kapal milik Suwarno terbakar di dinding kamar anak buah kapal (ABK).
Peristiwa ini, terjadi sekitar pukul 18.10. Seorang saksi melihat api tiba-tiba berkobar pada kapal bernama KM Bayu Urip Agung di atas rel dok. Api membakar bagian atas kapal. Melihat kobaran api itu, kemudian saksi meminta bantuan.
![]()
HANGUS: Kondisi kapal berhasil dipadamkan setelah terbakar di Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Pati, kemarin malam.
Tiga unit truk pemadam kebarakan (damkar) dari pemkab, dua unit pemadam kebakaran dari Garuda Food, delapan truk tangki air, dan satu unit armoured water canon (AWC) Sabhara Polres Pati turun tangan memadamkan kobaran api. Api kemudian berhasil dijinakkan sejam kemudian atau pukul 19.30.
”Hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) belum keluar. Kalau dugaan sementara, bisa saja api muncul karena ada proses perbaikan kapal. Namun perbaikan sendiri selesai pukul 11.00. Sedangkan kebakaran setelah buka puasa. Ini yang masih kami selidiki,” terang Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Beruntung api yang berkobar di bagian atas kapal cepat dipadamkan. Sehingga tak merambat ke kapal-kapal lain. Hanya merembet ke satu kapal dan berhasil diatasi sebelum kobaran api menjalar lebih besar lagi. Kerugian dalam peristiwa tersebut ditaksir Rp 200 juta.
Kebakaran kapal di Juwana sangat rawan terjadi. Memasuki puasa hingga menjelang Lebaran, lalu lintas kapal di sungai Juwana cukup padat. Kapal-kapal nelayan mulai pulang. Kepadatan ini menimbulkan kerawanan.
Salah satu kerawanannya adalah kebakaran. Jika terjadi kebakaran sangat rawan merambat ke kapal-kapal lain. Hal itu sering terjadi tiap tahun. Terutama saat ada perbaikan kapal.
”Hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) belum keluar. Kalau dugaan sementara, bisa saja api muncul karena ada proses perbaikan kapal. Namun perbaikan sendiri selesai pukul 11.00. Sedangkan kebakaran setelah buka puasa. Ini yang masih kami selidiki,” terang Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Beruntung api yang berkobar di bagian atas kapal cepat dipadamkan. Sehingga tak merambat ke kapal-kapal lain. Hanya merembet ke satu kapal dan berhasil diatasi sebelum kobaran api menjalar lebih besar lagi. Kerugian dalam peristiwa tersebut ditaksir Rp 200 juta.
Kebakaran kapal di Juwana sangat rawan terjadi. Memasuki puasa hingga menjelang Lebaran, lalu lintas kapal di sungai Juwana cukup padat. Kapal-kapal nelayan mulai pulang. Kepadatan ini menimbulkan kerawanan.
Salah satu kerawanannya adalah kebakaran. Jika terjadi kebakaran sangat rawan merambat ke kapal-kapal lain. Hal itu sering terjadi tiap tahun. Terutama saat ada perbaikan kapal.
Editor: dealova@polda jateng


