Ilustrasi sakit jantung
MONITORNUSANTARA.COM, JAKARTA-Resiko penyakit jantung dipercaya berawal dari pola makan yang salah.
Perlu diketahui jika dalam beberapa waktu belakangan ini, penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab kematian yang cukup tinggi di seluruh dunia.
Untuk menghindari hal tersebut, maka ahli dan pakar menyarankan pengaturan pola makan.
Cara memilah apa yang disantap sangat krusial bagi Anda yang ingin terhindar dari penyakit jantung.
Akan tetapi, nyatanya masyarakat cenderung abai lantaran makan-makanan yang menjadi pemicu serangan jantung, memiliki rasa yang sangat enak.
Untuk menghilangkan makanan tertentu dari menu harian, memang tidak harus dihindari hingga anti, melainkan kontrol moderasi dan porsi adalah kunci.
Profesor kedokteran kardiovaskular dan pendiri Women’s Heart Clinic di Mayo Clinic, Rochester, Minnesota, Sharonne Hayes, menyatakan di dunia ini tidak ada makanan yang berisiko.
Dia menegaskan jika semua tentang kesehatan adalah sebuah keseimbangan pola makan dan olahraga.
“Kalau Anda sesekali makan cheetos atau sepotong cheesecake jelas tidak akan membunuhmu,” kata dia, dikutip dari PMJ News.
Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dibatasi demi mencegah penyakit jantung.
Pertama adalah daging olahan seperti sosis, salami, atau ham. Makanan yang terkenal enak itu memiliki risiko tinggi kalori dan lemak jenuh.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mengungkap jika makan daging olahan berlebih bisa menyebabkan kanker.
Kedua adalah makanan ringan kemasan dan memiliki pengawet kuat.
Makanan tersebut banyak ditemukan dan bisa didapatkan secara mudah. Perlu diketahui jika makanan ringan diproses dan dikemas sepraktis mungkin.
Anda perlu tahu jika semua makanan kemasan memiliki banyak gula dan garam tambahan.
Ketiga adalah camilan manis dengan kadar gula yang tak terukur. Jika terbiasa dengan memakan makanan manis seperti pai, es krim, permen, atau keik yang disantap terus-menerus untuk memanjakan diri, akibat buruk yang segera dirasakan.***


