MONITORNUSANTARA.COM, PATI-Koperasi Produsen Petani Indonesia Dukuhseti di Dusun Ngagel RT 004 RW 007 Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jateng,  tahun 2021 berdiri. Perkembangan koperasi sangat pesat.

Kini, menurut keterangan Ketua nya Ahmad Fatoni, Koperasi Produsen Petani Indonesia Dukuhseti itu telah banyak mengembangkan kreasi petani hingga menjadi bernilai tinggi bahkan ada hasil olah petani yang diekspor.

“Bidang usaha yang digeluti Koperasi Produsen Petani Indonesia Dukuhseti seperti pembibitan kelapa kopyor, pengolahan ikan dan hortikultura,” kata Ahmad Fatoni dalam sambungan telepon seluler kepada monitornusantara.com, Rabu (13/4/2022).

Untuk hortikultura, sebut saja salah satu kreasi petani yang khas menurut Ahmad Fatoni adalah dengan beras Dukuhseti, merupakan beras khas Dukuhseti yang non kimia, kaya nutrisi, bercita rasa asli Dukuhseti.

Sedangkan untuk pembibitan kelapa kopyor, kata Ahmad Fatoni, rencananya mau diekspor ke Singapura, namun masih menunggu perijinannya terlebih dahulu.

Ada juga olah kreasi petani berupa gula cair ketela, menurut Ahmad Fatoni, gula cair ketela juga siap diproduksi dan menunggu proses perijinan terlebih dahulu.

Dengan upaya olah kreasi hasil petani itu, maka Dusun Ngagel RT 004 RW 007 Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jateng menjadi kawasan padi aromatik (Aromatic Rice Area).

Letaknya yang berada di 35km sebelah utara pusat Kota Pati, kata Ahmad Fatoni, Dusun Ngagel RT 004 RW 007 Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jateng berhasil menjadi kawasan dengan penghasil pertanian terbaik di Indonesia.

Koperasi Produsen Petani Indonesia Dukuhseti yang berdiri sejak 16 Maret 2021 itu, lanjut Ahmad Fatoni, merasa sangat bersyukur karena bisa berkembang pesat dengan berbagai hasil olahan kreasi petani anggota anggotanya.

“Tanaman sayuran hidroponik yang dikembangkan petani disini juga alhamdulillah bisa berhasil dengan baik. Semoga ke depan semakin bagus lagi,” harap Ahmad Fatoni.

Khusus penjualan bibit kelapa kopyor, menurut Ahmad Fatoni, untuk penjualan ke luar Jawa dengan cara pengiriman melalui jasa cargo. Adanya layanan jasa cargo yang sudah menjangkau ke daerah daerah, sangat membantunya dalam proses pengirimannya.

“Tidak mahal kok. Untuk mendapatkan bibit kelapa kopyor hanya kami jual antara Rp30ribu yang non label dan Rp60ribu saja yang berlabel,” kata Ahmad Fatoni.

Keberadaan bibit kelapa kopyor, kata Ahmad Fatoni, sebagai penopang kedaulatan pangan. Sebab kelapa kopyor bisa untuk bahan baku minyak goreng dan vco. Selain itu juga bisa untuk bahan minuman segar.

Ahmad Fatoni sangat berharap, Koperasi Produsen Petani Indonesia Dukuhseti di Dusun Ngagel RT 004 RW 007 Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jateng ini akan bisa semakin berkembang pesat lagi dan mensejahterakan bagi para petani produsen anggotanya.***

Ikuti MONITORNusantara.com di Google News

Sempatkan juga membaca artikel menarik lainnya, di portal berita EDITOR.id dan MediaSosialita.com