MONITORNUSANTARA.COM, JAKARTA – Bisnis pertanian saat ini menjadi primadona sejumlah pengusaha nasional. Bahkan merambah hingga pengusaha internasional. Terbukti, baru-baru ini sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di luar negeri mulai pulang ke kampung halaman, beramai-ramai merambah bisnis sektor pertanian di tanah air.
Salah satu diaspora yang tertarik merambah bisnis pertanian adalah Sandy Bhe. Setelah sukses melanglang di negara Belgia, chef asal Indonesia ini tertarik mengembangkan pertanian padi Jepang atau Japonica.
Sandy dan teman-temannya join bisnis menggandeng produsen padi Japonica atau padi Jepang di Indonesia yaitu PT Amerta Tani Maju (ATM).
Selama masa pandemi, ketahanan pangan memang tengah menjadi isu sentral di berbagai belahan dunia. Tren sektor pertanian tak hanya bersifat temporer. Namun terus berlanjut hingga masa mendatang.
Maka tak heran jika sektor pertanian di tanah air masih menjadi incaran. Salah satunya chef masakan Indonesia di Belgia, Sandy Bhe.
Kendati telah menetap di kota berlian Antwerpen sejak 1972, namun pria kelahiran Surabaya ini optimistis membuka peluang bisnis dan menandatangani perjanjian kerja sama pengembangan sektor pertanian bersama PT ATM sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pertanian, penanaman, pengolahan dan pemupukan lahan, pemanenan serta penjualan hasil pertanian.
Dia memiliki keinginan menciptakan lapangan kerja membantu para petani di Indonesia.
“Kami yang jauh dari tanah air hanya bisa sedikit berpartisipasi menciptakan lapangan pekerjaan dari jauh,” terang pria yang aktif terjun dalam dunia horeca (hotel, restoran dan cafe) selama 40 tahun tersebut, Jumat (15/4/2022).
Lebih lanjut, Chef Sandy mengungkapkan bahwa potensi dunia pertanian akan jauh lebih maju. Demikian pula produksi agraria juga akan lebih meningkat.
Sebab sektor pangan dinilai tidak pernah mati. Apalagi saat ini dunia pertanian telah dikelola dengan maju dan modern.
“Di masa pandemi ini yang masih jalan sektor pangan sedangkan yang lain kurang beruntung. Karena seperti beras sekarang saya kira masih import sedang negeri kita mempunyai lahan begitu luas dan subur,” terangnya.
Sementara itu, Direktur PT ATM Thiono mengungkapkan, kerja sama ini akan memberikan peluang lapangan kerja baru dengan pengembangan lahan.
“PT ATM sedang mempersiapkan pengembangan lokasi tanam padi Jepang di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat,” kata dia. (tim)
Artikel ini telah tayang di
EDITOR.ID dengan judul


