Jakarta, MONITORNUSANTARA.COM,- Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menkumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra memaparkan bahwa Universitas Indonesia (UI) memiliki sejarah panjang dalam perjalanan demokrasi dan politik nasional.

Karena itu, soliditas mahasiswa dan alumni dinilai penting untuk memastikan kampus tetap berkontribusi aktif dan tidak terlepas dari perkembangan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Yusril saat menjadi pembicara kunci dalam peringatan 50 Tahun Surat Kabar Kampus Universitas Indonesia yang digelar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Salemba, Jakarta.

“Soliditas mahasiswa dan alumni sangat diperlukan agar UI tetap relevan dan berkontribusi nyata dalam kehidupan berbangsa,” tegasnya.

Oleh karena itu Yusril meminta para mahasiswa dan sivitas akademika UI harus terus menjaga relevansi dan perannya dalam dinamika politik nasional di tengah perubahan zaman dan transisi pemerintahan.

Menko Kumham dan Imipas Yusril Ihza Mahendra Bersama Humas dan Juru Bicara Panitia Peringatan 50 Tahun Surat Kabar UI Salemba Asri Hadi

Yusril menilai perubahan politik merupakan keniscayaan dalam sistem demokrasi, namun dunia akademik harus tetap berpegang pada nilai-nilai dasar.

“Perubahan zaman dan pemerintahan adalah keniscayaan. Namun, nilai-nilai intelektual, integritas, dan keberpihakan pada kepentingan publik harus tetap menjadi fondasi utama,” ujar Yusril.

Yusril juga menekankan peran kebebasan akademik dan pers mahasiswa sebagai ruang pembentukan nalar kritis, etika publik, serta kontrol sosial yang konstruktif. Pers kampus dinilai menjadi bagian penting dari ekosistem demokrasi yang sehat.

Menurut Yusril yang kini menjabat sebagai menteri, pemerintahan Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat dan terus mendorong peran aktif perguruan tinggi dan pers mahasiswa dalam penguatan demokrasi, penegakan nilai hukum, serta pengembangan sumber daya manusia berintegritas dan berorientasi pada kepentingan publik.

Peringatan 50 Tahun Surat Kabar Salemba UI

Yusril Ihza Mahendra yang semasa mahasiswa pernah aktif di organisasi mahasiswa turut hadir dalam acara mengenang separuh abad suratkabar kampus Universitas Indonesia menggelar panel diskusi, peluncuran buku, serta pemberian penghargaan pada para tokoh bangsa. Acara dilaksanakan di kampus Fakultas Kedokteran, Salemba raya, Jakarta, Hari ini Rabu (14/01/2026).

Peringatan 50 tahun Surat Kabar Kampus UI menjadi momentum refleksi atas kontribusi pers mahasiswa dalam menjaga tradisi intelektual dan kebebasan berekspresi di lingkungan kampus.

Sejumlah tokoh nasional turut hadir dan memberikan apresiasi atas konsistensi pers mahasiswa UI dalam menjaga idealisme dan independensi selama lima dekade.

Para tokoh dan pembicara yang hadir antara lain Prof. Dr. Lukman Hakim, Dr. Dipo Alam, Ir. Heri Akhmadi, Drs. Saur Hutabarat, Ir. Harun Al-Rasyid, dengan moderator Prof. Dr. Ikrar Nusa Bakti. Sementara sebagai pembicara kunci yaitu, Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra, Menkokumham Imipas dan DR. Chairul Tanjung, Chairman CT Corp.

Asri Hadi koordinator media dan humas acara 50 tahun surat kabar kampus Salemba mengatakan, perayaan 50 tahun sebagai forum intelektual, non-politis, lintas generasi, tentang peran pers kampus profesional dan relevansinya di era digital.

“Peringatan 50 tahun SKKUI Salemba adalah forum intelektual lintas generasi untuk merefleksikan peran pers kampus sebagai ruang pendidikan etika, profesionalisme, dan tanggung jawab publik, sekaligus membaca tantangannya di era media digital”, ujarnya.

Dikatakan, acara ini bukan nostalgia. Ini pembelajaran lintas zaman, bukan forum politik atau kampanye, dan Salemba adalah model pers mahasiswa profesional, legacy saat ini bersifat simbolik dan reflektif. ****

Ikuti MONITORNusantara.com di Google News

Sempatkan juga membaca artikel menarik lainnya, di portal berita EDITOR.id dan MediaSosialita.com