Jakarta, MONITORNUSANTARA.COM,- Wali Kota Madiun Maidi ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jawa Timur, pada Senin (19/1/2026). Penangkapan Maidi, terkait uang jatah atau fee proyek dan dana corporate social responsibility (CSR) di wilayah Kota Madiun.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo membenarkan penangkapan tersebut. Selain Maidi, KPK juga menangkap belasan orang lainnya dalam operasi senyap ini.

“Benar, hari ini Senin (19/1/2026), tim sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup, dengan mengamankan sejumlah 15 orang, di wilayah Madiun, Jawa Timur,” ujar Budi Prasetyo dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).

Dalam operasi ini, tim KPK menyita barang bukti dalam bentuk uang tunai senilai ratusan juta rupiah.

“Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun,” ujar dia.

Usai menangkap tangan transaksi suap, penyidik KPK langsung membawa 9 orang ke markas KPK di Jakarta guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Selanjutnya 9 orang diantaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Wali Kota Madiun,” tambah dia.

Sosok Wali Kota Madiun Maidi, Mantan Sekda

Maidi bersama pasangannya yang kini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Madiun, Bagus F Panuntun, berhasil meraih kemenangan dalam pilkada serentak yang dihelat pada November 2024.

Mereka mengalahkan dua pasangan calon lainnya, Bonie Laksmana-Bagus Rizki dan Inda Raya-Aldi.

Berdasarkan hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara tingkat Kota Madiun, pasangan Maidi-Panuntun memperoleh suara terbanyak, yaitu 65.583 atau 56 persen.

Pasangan calon nomor urut tiga, Bonie Laksmana-Bagus Rizki, meraih 45.923 suara atau 39,2 persen, sedangkan pasangan nomor urut satu, Inda Raya-Aldi, hanya mendapatkan 5.522 suara atau 4,7 persen.

Maidi-Panuntun berhasil menang di tiga kecamatan yang ada di Kota Pecel.

Dalam pilkada serentak 2024, pasangan Maidi-Panuntun didukung 11 partai politik yaitu PSI, Nasdem, Partai Demokrat, Gerindra, PKB, PKS, PAN, Prima, Gelora, PBB, dan PPP.

Sebelum terjun ke dunia politik, Maidi adalah seorang guru geografi di SMAN 1 Kota Madiun pada tahun 1989 hingga awal 2000-an.

Kemudian, ia menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Madiun dan terus menanjak dalam kariernya.

Pada tahun yang sama, Maidi ditunjuk sebagai Kepala Tata Usaha Dinas Pendidikan, dan setahun kemudian menjadi Penjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun.

Maidi melanjutkan kariernya sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah pada tahun 2005, dan setahun setelahnya kembali ditunjuk sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun.

Berkat prestasinya yang gemilang, pada tahun 2009 ia dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kota Madiun.

Setelah sembilan tahun menjabat, Maidi mencoba peruntungan dalam politik dengan maju pada pilkada 2018, di mana ia berhasil menang bersama Inda Raya.

Lima tahun kemudian, Maidi kembali maju sebagai calon wali kota Madiun dalam pilkada serentak 2024, dan berpasangan dengan pengusaha muda Bagus Panuntun. ***

Ikuti MONITORNusantara.com di Google News

Sempatkan juga membaca artikel menarik lainnya, di portal berita EDITOR.id dan MediaSosialita.com