Jakarta, MONITORNUSANTARA.COM,- Jabodetabek dikepung banjir. Air menggenangi berbagai kawasan. Akibatnya ribuan warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Bahkan dalam peristiwa banjir tahun ini ada satu korban meninggal. Jakarta lumpuh sementara di Tangerang dan Tangsel ketinggian air banjir dalam bahaya. Di Bekasi sejumlah wilayah terendam banjir mengakibatkan ribuan warga mengungsi.
Hingga Jumat (23/1/2026) malam, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. Bahkan air mencapai 1,8 meter. Sejumlah kawasan pemukiman, kompleks perumahan hingga kampung terendam banjir akibat hujan yang tiada berhenti dalam dua hari terakhir ini.
Korban Banjir Meninggal Dunia
Akibat banjir dilaporkan seorang pengemudi mobil Daihatsu Sigra berpelat nomor B 2148 BOK meninggal dunia. Korban tewas usai terjebak macet akibat banjir di Jalan Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat pada Kamis 22 Januari 2026 siang.
Korban yang diketahui merupakan warga Penjaringan, Jakarta Utara mencoba menerobos banjir yang sangat dalam. Momen evakuasi korban pun sempat viral di media sosial.
Ribuan Warga Jakarta Mengungsi
Banjir yang menggenangi Jakarta Barat dan ketinggian airnya sudah membahayakan membuat 1.349 warga di daerah ini mengungsi ke tempat lebih aman akibat banjir di daerah itu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah menyiapkan lokasi pengungsian di Kelurahan Kedung Angke, Jakarta Barat. Diantaranya ada di beberapa masjid dan juga pos RW.
“Untuk lokasi pengungsian tersebar di beberapa titik yang berada di tempat lebih aman dan dari data yang ada jumlah pengungsi mencapai 1.349 jiwa,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohamad Yohan di Jakarta, Jumat.
Jumlah tersebut tentu yang tercatat oleh BPBD DKI Jakarta, karena mengungsi secara bersama-sama di satu lokasi yang memang dapat didata petugas.
Yohan mengatakan, hingga pukul 20.00 WIB banjir yang melanda sebagian Jakarta masih menggenangi sebanyak 114 RT dan 15 ruas jalan.
“Untuk banjir paling tinggi 120 sentimeter (cm) sementara terendah 10 cm,” ujarnya.
Warga Jakarta Barat mengungsi di sejumlah masjid yang telah disiapkan seperti Masjid Jami Al Khaeer. Kemudian di Kelurahan Rawa Buaya disiapkan lokasi pengungsian di Masjid Baitul Rahman dan Masjid Hidayatussalam.
Pengungsi di Kelurahan Jelambar di tempatkan di Musholla AtTaqwa dan Masjid NurulIslam.
Titik Parah di Tangsel, Tinggi Air hingga 2,5 Meter
Curah hujan deras di wilayah Jakarta dan sekitarnya termasuk Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten menimbulkan genangan air atau banjir di sejumlah titik.
Banjir terpantau terjadi di jalan Ceger Raya, Kecamatan Pondok Aren Tangsel, hingga membuat akses jalan penghubung kota itu terputus. Sekitar pukul 22.00 WIB, ketinggian air mencapai sekitar 60 centimeter sehingga mengakibatkan akses jalan terputus. Terpantau banyak sepeda motor mogok setelah nekat menerobos genangan.
Surya, salah satu pengendara motor yang bekerja sebagai ojek online, mengaku motornya mati total setelah melintasi genangan yang ternyata jauh lebih dalam dari perkiraannya.
“Saya dari Pondok Indah mau ke Pondok Aren Puri Bintaro Hijau. Motor saya terendam karena nekat menerobos banjir,” ujar Surya di lokasi.
Ia mengira genangan tidak terlalu tinggi, namun setelah memasuki kawasan banjir, air mencapai sepinggang orang dewasa. “Saya kira banjirnya enggak dalam, ternyata sepinggang orang dewasa,” tambahnya.
Surya yang saat itu sedang mengantar paket ke wilayah Ciledug terjebak banjir parah di Jalan Ceger. Ia memperkirakan ketinggian air mencapai 50 centimeter atau lebih.
“Airnya sekitar lima puluh centimeter, bisa lebih,” tuturnya.
Imbas banjir di Jalan Raya Ceger itu, pengendara kemudian diimbau mencari jalan alternatif lain.
Masih di wilayah Tangsel, imbas curah hujan tinggi yang mengguyur sejak Kamis pagi hingga malam hari kemarin telah membuat setidaknya 200 rumah di Perumahan Pondok Maharta, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren terendam banjir.
Ketinggian air mencapai 40 sentimeter. Selain dipicu hujan deras, banjir juga terjadi akibat tidak berfungsinya sebagian drainase di kawasan perumahan tersebut.
Saat ditemui di lokasi pada Kamis malam, Petugas BPBD Tangsel Iwan, mengatakan ketinggian air berpotensi meningkat apabila hujan dengan intensitas tinggi terus terjadi.
“Kondisinya saat ini air setinggi 40 sentimeter. Insyaallah masih bisa bertambah dikarenakan intensitas hujan yang cukup deras,” ujarnya dilokasi (22/1/2026).
Sementara di kota Tangerang, puluhan warga Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, terpaksa mengungsi ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) setempat setelah rumah mereka terendam banjir hingga mencapai ketinggian 1,5 meter lebih pada Kamis malam.
Banjir merendam ratusan rumah di tiga titik yakni RW 05, RW 06, dan RW 07. Tinggi muka air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai sekitar 180 sentimeter di titik terendah.
Luapan Kali Angke dan Curah Hujan Tinggi
Luapan Kali Angke yang berada tak jauh dari permukiman, ditambah curah hujan tinggi sepanjang hari, membuat air cepat masuk ke kawasan padat penduduk tersebut.
Salah seorang warga, Rini, mengatakan bersama keluarga terpaksa mengungsi sejak Kamis petang karena air terus naik hingga merendam seluruh bagian rumah.
Air Setinggi Dada Orang Dewasa
“Habis magrib air sudah setinggi dada, lebih dari satu meter. Tempat tidur semua basah, jadi kami sekeluarga mengungsi ke sini dulu karena rumah sudah tidak bisa ditempati,” ujarnya di pengungsian RPH, Kamis malam.
Rini menuturkan, banjir kerap terjadi setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut, namun kali ini ketinggiannya lebih parah akibat luapan sungai.
“Sedikit hujan saja sudah banjir, apalagi ini hujan deras ditambah luapan kali, jadi airnya tinggi sekali,” katanya.
Camat Cipondoh, Marwan, menyebutkan sekitar 350 kepala keluarga terdampak banjir di wilayah Kelurahan Petir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 56 kepala keluarga tercatat mengungsi di tiga titik pengungsian, salah satunya di area RPH.
“Saat ini kurang lebih ada 350 KK terdampak. Yang mengungsi sekitar 56 KK di tiga lokasi. Ketinggian air mencapai 150 sentimeter, disebabkan curah hujan lebat dan kiriman air dari hulu Kali Angke,” jelas Marwan di lokasi terdampak.
Sementara itu ratusan rumah di Kompleks Maharta, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, terendam Banjir akibat luapan anak Kali Angke. Sebanyak 700 rumah di 12 RT terdampak dengan ketinggian air mencapai hingga 80 sentimeter.
Banjir dilaporkan mulai masuk ke permukiman warga sejak waktu subuh. Kondisi diperparah dengan tidak tersedianya perahu karet dari BPBD Kota Tangerang Selatan, sehingga warga mengalami kesulitan untuk beraktivitas maupun melakukan evakuasi.
Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi akses Jalan Pondok Kacang Timur, menghambat mobilitas warga dan kendaraan.
Untuk mengurangi debit air yang masuk ke kawasan perumahan, dinas terkait menurunkan sejumlah pompa air tambahan.
Banjir di Tambun Bekasi
Sementara itu, banjir juga melanda Klaster Fontania di Kompleks Metland, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Ketinggian air di kawasan tersebut berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter.
Banjir yang terjadi sejak Jumat malam itu menyebabkan sedikitnya 180 kepala keluarga terdampak. Sebagian warga memilih mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari genangan air yang terus meningkat akibat hujan yang turun secara terus-menerus.
Warga berharap pemerintah daerah Kabupaten Bekasi segera melakukan penanganan serius, termasuk normalisasi Kali Sedang yang dinilai mengalami pendangkalan dan menjadi salah satu penyebab banjir berulang.
Perumahan PHP Kota Bekasi banjir 1,5 meter, ratusan warga dievakuasi
Perumahan Pondok Hijau Permai (PHP) yang berlokasi di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, mengalami banjir dengan ketinggian air 30 hingga 150 sentimeter pada Jumat (23/1/2026).
Wakil Komandan Regu (Wadanru) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Ismail Marzuki, mengatakan, banjir tersebut disebabkan oleh curah hujan yang tinggi.
“Banjir terjadi sejak kemarin karena curah hujan tinggi. Kalau kemarin itu 70 sampai 90 sentimeter. Kalau sekarang lebih tinggi,” kata Ismail di lokasi, Jumat.
Ismail mengatakan, pihaknya telah melakukan evakuasi terhadap ratusan warga PHP sejak Kamis (23/1/2026) malam. Warga yang dievakuasi kebanyakan lansia, ibu-ibu, dan anak-anak.
“Sekitar ratusan orang yang dievakuasi. Yang paling banyak anak-anak dan lansia,” kata dia.
Ismail mengatakan, terdapat sebanyak empat perahu karet yang diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak banjir. Perahu itu merupakan milik BPBD Kota Bekasi dan milik relawan.
“Total ada empat perahu. Dibantu relawan dari GIS Peduli dan Umaha Peduli,” ujar Ismail.
Sebelumnya, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, mengatakan, banjir terjadi di Kecamatan Rawalumbu, Pondok Gede, Jati Asih, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Mustika Jaya, Bekasi Barat, Bekasi Timur, dan Medan Satria.
BNPB: Banjir Hampir Merata di Banten, NTB, dan Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan banjir terjadi merata di sejumlah provinsi di Indonesia.
Dilansir ANTARA, Jumat (23/1/2026), Kepala Pusat Data, Informsi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan banjir merata di tiga provinsi yakni Banten, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jakarta.
Banjir terjadi di wilayah dengan karakteristik dataran rendah, permukiman padat penduduk, serta daerah aliran sungai yang meluap.
Pusat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan, di Provinsi Banten banjir terjadi di Kabupaten Tangerang yang merendam 239 unit rumah warga di Desa Kosambi Kecamatan Kosambi, dan Desa Cikande Kecamatan Jayanti.
“Dalam peristiwa ini dua orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang mengalami luka ringan,” kata dia.
Sementara itu, banjir di Kota Tangerang menggenangi delapan kecamatan, yakni Benda, Cibodas, Jatiuwung, Priuk, Karang Tengah, Pinang, Larangan, dan Cipondoh.
“Kondisi terkini debit air kali atau sungai masih mengalami kenaikan,” kata dia, seraya menambahkan bahwa ada sebanyak 21 jiwa dilaporkan terpaksa mengungsi ke Pos Pemadam Kebakaran Benda Tanggerang sementara jumlah rumah terdampak masih dalam proses pendataan. ****


