Jakarta, MONITORNUSANTARA.COM,= Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan mutasi besar-besaran di awal masa kepemimpinannya. Irjen Pol Dekananto Eko Purwono rekan satu angkatannya di Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ditunjuk menjadi Kapolda Jawa Timur (Jatim).
Berdasar Surat Telegram Kapolri Bernomor ST/2205/X/KEP./2026, Kapolri Suyudi mencopot Irjen Pol Nanang Avianto dari jabatan Kapolda Jatim. Dia dipindah tugaskan oleh Suyudi menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Sementara Dekananto yang belum lama naik pangkat sebagai Wakapolda Metro Jaya mendapat kepercayaan baru sebagai Kapolda Jatim. Dilihat dari rekam jejaknya, Dekananto merupakan perwira tinggi (pati) Polri dengan profil yang matang. Dia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis.
Jenderal bintang dua Polri kelahiran Bojonegoro, Jatim tersebut berpengalaman di bidang intelijen. Sebelum menjadi Wakapolda Metro Jaya, Dekananto bertugas sebagai Direktur Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Jatim. Saat menjalankan tugas itu, dia mampu menjaga stabilitas keamanan dengan baik.
Pada 2024, Dekananto dipercaya menjadi Direktur Intelkam Polda Metro Jaya. Serupa dengan di Jatim, dia juga mampu menjalankan tugas bidang intelijen dan keamanan dengan baik. Dari jabatan itu, dia kemudian mendapatkan promosi menjadi jenderal bintang satu.
Dekananto dipercaya sebagai Direktur Politik di Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri. Kini Dekananto dipercaya sebagai Kapolda Jatim. Dia akan membawahi beberapa daerah, termasuk tanah kelahirannya di Bojonegoro. Dengan pengalaman dan rekam jejaknya, Kapolri mempercayakan Jatim kepada Dekananto.
”Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir pada Sabtu (3/10).
Secara keseluruhan ada 88 pati dan perwira menengah (pamen) Polri yang mendapatkan penugasan baru dalam surat keputusan tersebut. Itu sekaligus menandai pergerakan gerbong pati dan pamen Polri di bawah kendali Suyudi sebagai Kapolri baru. ***


