Ilustrasi mudik
MONITORNUSANTARA.COM, SEMARANG – Meskipun masih situasi pandemi serta aturan pemerintah yang begitu longgar dan adanya libur panjang yang diumumkan presiden. Mudik Lebaran, bagi sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya kaum muslim sudah menjadi sebuah tradisi. Mudik Lebaran biasanya dilakukan pada Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.
Tahun ini masyarakat bakal berbondong-bondong mudik Lebaran ke kampung halaman dengan berbagai cara, setelah dua tahun mereka tidak bisa mudik karena pemerintah tidak memberikan ijin mudik akibat pandemi. Bahkan mudik Lebaran seolah seperti sebuah keharusan, setelah sekian lama merantau ke di luar kota kemudian kembali untuk melakukan silaturahmi dan bercengkrama bersama sanak keluarganya di kampung halaman.
Berbagai sarana mereka gunakan demi dapat mudik Lebaran, mulai dari menggunakan mobil pribadi, kendaraan umum, kereta api, kapal laut, pesawat terbang dan lainnya, setelah pemerintah kembali mengijinkan masyarakat untuk mudik tahun ini. .
Bahkan Polda Jateng memprediksikan Jateng akan menjadi pusat konsentrasi mudik terbesar di Indonesia. Jumlah pemudik yang tiba di provinsi ini pada mudik Lebaran 2022, bakal mencapai 21,3 juta orang.
Dengan lonjakan pemudik yang cukup besar tersebut, DPRD Jateng meminta Pemprov Jateng dengan mengajak instansi, BUMN, BUMD, Perbankkan dan perusahaan swasta untuk dapat menyediakan armada untuk mudik bareng gratis lagi, sebagai upaya untuk mengurangi kemacetan arus lalu-lintas yang bakal dipenuhi oleh kendaraan pribadi ke wilayah Jateng.
Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri mengatakan, setelah pemerintah membuka kembali ijin mudik Lebaran, sudah dapat dipastikan arus mudik akan didominasi oleh kendaraan pribadi, terutama kendaraan roda dua, sehingga berpotensi terjadi kepadatan lalu-lintas menjelang Lebaran mendatang.
“Kepadatan arus kendaraan pribadi itu dapat dikurangi, jika Pemprov Jateng bersama instansi baik BUMN, BUMD dan perusahaan swasta dapat menyediakan armada mudik bareng seperti Lebaran 2019 sebelum pandemi melanda tanah air,” ujar Alwin dalam dialog Prime Topic yang digelar di Lobby Gents Hotel Semarang, Kamis (7/4/2022).
Dialog yang mengusung tema ‘’Mudik Sehat dan Nyaman”, selain Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri juga menghadirkan nara sumber Kepala Dinas Perhubungan Jateng Henggar Budi Anggoro dan Pengamat Transportasi Unika Soegijapranata Djoko Setijawarno. Dialog dipandu oleh moderator Advianto Prasetyobudi dari Trijaya FM Semarang.
Menurut Alwin Basri, penyediaan armada mudik bareng itu, sebagai upaya mengurangi pemudik menggunakan kendaraan pribadi, sehingga potensi kemacetan dan kepadatan arus kendaraan menjelang Lebaran dapat diantisipasi sedini mungkin.
“Arus mudik Lebaran 2019 lalu, Pemprov Jateng dapat menyediakan armada sebanyak 213 unit bus dengan penumpang 10.771 pemudik, yang diberangkatkan dari Museum Purna Bhakti Pertiwi TMII Jakarta, yang dilepas oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo,” katanya.
Alwin Basri menuturkan, mudik Lebaran tahun ini, jika Pemprov bersama instansi dan perusahaan swasta yang sudah berpengalaman menyelenggarakan mudik bareng, dapat menyediakan armada mudik bareng lagi, sebaiknya tidak diberangkatkan di lapangan terbuka, tetapi melalui berbagai fasilitas terminal yang ada, bahkan kini banyak terminal di Jakarta yang sudah ditata rapi.
“Penggunaan terminal itu, sebagai upaya untuk mengurangi kerumunan calon pemudik yang bakal membludak, mengingat mereka sudah dua tahun tidak dapat mudik akibat pandemi,” tuturnya.
Selain itu, tutur Alwin Basri, Dinas Perhubungan Jateng bersama Kepolisian dan pihak terkait, diharapkan juga dapat mengantisipasi sedini mungkin dan berkoordinasi untuk menyiapkan jalur-jalur alternatif dan sejumlah posko Lebaran di daerah rawan macet, rawan longsor dan banjir.
“Efektif Kurangi Kepadatan
Hal senada diungkapkan Pengamat Transportasi Unika Soegijapranata Djoko Setijawarno. Menurutnya, penyediaan armada mudik bareng, merupakan langkah yang efektif untuk mengurangi kepadatan arus mudik dijalur pantura.
“Dengan penyelenggaraan mudik bareng menggunakan armada bus maupun kereta api akan sangat membantu untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan pribadi, terutama kendaraan roda dua yang jumlahnya mencapai ribuan,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, mudik bareng gratis itu, selain pemudik nyaman, juga dapat mengurangi potensi terjadi kecelakaan jika mereka menggunakan kendaraan roda dua dengan jarak tempuh yang jauh dan melelahkan dari arah DKI, Jabar, Banten menuju Jateng.
” Jadi mudik bareng selain pemudik lebih dapat menghemat, kualitas perjalanannya juga terjamin. Bahkan mereka tidak berdesakan ketika ikut mudik bersama dengan armada bus maupun kereta api,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui sebelum pandemi mudik gratis ke 35 kabupaten/kota di Jateng, rutin digelar setiap tahun dari hasil gotong royong antara Pemprov Jateng, dengan seluruh Pemkab dan Pemkot. Selain itu, ada pula bantuan bus dari Bank Jateng.
Kepala Dinas Perhubungan Jateng Henggar Budi Anggoro mengatakan, untuk puncak arus balik dari Kemenhub diperkirakan terjadi pada 8 Mei 2022. Tak hanya itu, bahwa saat ini diprediksikan daerah tujuan terbanyak mudik adalah ke Jawa Tengah yaitu sebesar 26,8% atau 21,3 juta orang.
“;Hanya yang harus diantisipasi adalah berkaitan penumpukan kendaraan pemudik di bahu jalan, ke depan akan ada 2 opsi untuk mencegah penumpukan tersebut yaitu pembatasan waktu bagi kendaraan yang berhenti di rest area atau pemanfaatan Rest Area Perkotaan,” katanya. ***
Artikel ini telah tayang di
EDITOR.ID dengan judul


