EDITOR.ID, – Jember, Dewan Pimpinan Wilayah Sekretariat Nasional Jokowi Provinsi JawanTimur mendukung kebijakan klaster pangan yang akan dilakukan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang akan menyatukan Perum Bulog, PTPN, dan PT Rajawali Nusantara Indonesia.
Menurut ketua DPW Seknas Jokowi Provinsi Jawa Timur adanya kebijakan penyatuan dari PT Bulog, PTPN dan PT Rajawali Nusantara Indonesia ini akan membuat pengaturan produk pangan yang dihasilkan oleh BUMN-BUMN tersebut akan semakin tersistem dengan baik dari hulu ke hilir, semua akan tersistem dengan baik, mulai dari proses tanam, panen sampai pemasaran produk pangan dari BUMN-BUMN tersebut, “dan hal ini kami harapkan bisa menjadi tonggak awal untuk terciptanya kedaulatan pangan di Indonesia” tegas ketua DPW Seknas Jokowi Jawa Timur Sapto Raharjanto.
Menurut Sapto konsepsi mengenai kedaulatan pangan ini sudah digagas oleh Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno, karena bung Karno melihat potensi sumber daya alam di Indonesia sangatlah luar biasa, dan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri tanpa harus melakukan impor pangan dari luar negeri, tetapi dirasakan oleh Bung Karno waktu itu masih ada kendala yang mengganggu kedaulatan pangan di Indonesia.
Sapto menegaskan ” Dalam pidato 17 Agustus 1964 berjudul Tavip (Tahun Vivere Pericoloso) yang ditujukan kepada seluruh rakyat Indonesia, Bung Karno menegaskan, bahwa beliau tidak akan membuat kontrak baru bagi pembelian beras dari luar negeri”, ”Selain membasmi hama tikus dan hama lain, serta memberantas segala pemborosan, dan memberantas pengacau ekonomi dan kekayaan negara”, hal inilah menurut Bung Karno bisa dilakukan untuk menjaga kedaulatan pangan di Indonesia”
Jadi menurut kami, apa yang dilakukan oleh menteri BUMN Erick Thohir adalah sebuah implementasi untuk menjaga kedaulatan pangan di Indonesia, dengan adanya penggabungan antara BUMN pangan dan perkebunan ini bisa menjadi efisiensi pengelolaan BUMN dan juga akan mengurangi impor pangan dari luar negeri.
Menurut sapto dengan penggabungan klaster pangan ini, “kita optimis BUMN dapat mengurangi impor pangan dan kedepannya bisa mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan menuju Indonesia Emas tahun 2045”. (AH)


