EDITOR.ID,Bandung – Gubernur Jabar sekaligus sebagai Dansatgas Gugus Tugas Covid-19, HM. Ridwan Kamil memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 yang diikuti oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi dan pejabat Forkopimda Prov. Jabar bertempat di Ruang Silihwangi Makodam III/Siliwangi Jalan Aceh No. 69 Kota Bandung, Selasa (2/6/2020).
Dalam pelaksanaannya, Ridwan Kamil mengatakan, bahwa waktu kemaren untuk rumah-rumah ibadah di zona biru, yang diluar zona biru menyesuaikan dan setelah 1 minggu ini rumah ibadah boleh beradaptasi sesuai dengan arahan juga dari Kemenag tiap Masjid harus mengajukan surat ke Kecamatan untuk menanyakan apakah Masjidnya masuk katagori yang aman dan layak dibuka untuk publik tentunya sesuai dengan protokol kesehatan.
“Sebaiknya berwuduk dulu dirumah, membawa sajadah sendiri, cuci tangan dan memakai masker. Kemudian setelah rumah ibadah babak kedua yaitu pembukaan ekonomi industri dan perkantoran serta pertanian di wilayah-wilayah yang biru yang sudah diijinkan melakukan adaptasi kebiasaan baru (AKB), ” terangnya, Selasa (2/6) di Makodam III Siliwangi.
Lebih lanjut dikatannya, kalau 7 hari setelah industri dan perkantoran, ini dievaluasi tidak ada anomali persebaran virus maka barulah pertokoan, ritel dan mall itu persiapan untuk dibuka tetap dengan kapasitas setengahnya dengan protokol-protokol kesehatan.
“Baru nanti keempat tahapnya itu pariwisata, untuk pariwisata ini kami belum mengijinkan datangnya wisatawan yang datangnya dari luar Jawa Barat, jadi kami sedang mengendalikan Jawa Barat jangan sampai pariwisata dibuka tiba-tiba datang tamu yang sejarah perjalanannya tidak bisa kita ketahui ternyata datang dari zona merah, oleh karena itu saya sampaikan kepada Wali Kota dan Bupati yang mayoritas ekonomi dari pariwisata supaya hati-hati,” paparnya.
Tentang pendidikan Ridwan Kamil mengatakan, pendidikan belum dibuka, pendidikan masih dibahas.
“Wacana yang mengemuka sementara nanti Januari yang paling bisa kita perhitungkan, tapi kalau ada keputusan tidak dijadwalin nanti kita sampaikan secara khusus karena kita butuh waktu dan kita tidak boleh mengorbankan anak-anak. Yang di Jawa Barat hampir O anak sekolah yang terpapar oleh Covid-19 ini rasio yang luar biasa yang harus kita jaga,” terangnya.
Terakhir, Emil menjelaskan bahwa testing kapasity Jawa Barat ini sudah diangka 120 rapid test dan 40.000 pcr perpagi ini, sehingga total sudah 160.000 dan jumlah dari test terhadap pasien.
“Jadi kalau dirata-rata indeks yang terkena positif dari jumlah test kita ini setara dengan Kanada, Italy dan mendekati Jepang. Jadi rasio testing positif terhadap yang dites, Jawa Barat kalau dirata-rata ke negara dunia itu tidak jauh beda dengan negara Kanada, Italy dan sedikit dibawah Jepang menandakan mudah-mudahan Covid-19 cepat berakhir,” paparnya.
Dirinya menambahkan, bahwa ada 600 unit mobil Rapid Test yang beredar didalamnya ada alat-alat dan petugas yang mengetest.
“Mobip ini akan melakukan sidak kepada kerumunan-kerumunan, kegiatan-kegiatan keramaian, dipengkolan, bubaran ibadah, bubaran pasar, diparkiran toko. Kenapa sebanyak itu, karena kami mengkondisikan mobil Puskesmas disulap menjadi mobil test Covid sehinggak kewasdaan tidak kendur disaat AKB ini, ” ungkapnya.


