Ilustrasi minyak jelantah

MONITORNUSANTARA.COM, JOGJAKARTA – Adalah Jumali SAg, sosok yang sudah dua tahun ini berbisnis dengan cara mengumpulkan atau membeli minyak goreng bekas (jelantah) atau Uco, yang dengan tekun dijalaninya dengan baik.

Sebenarnya, Jumali SAg juga bekerja di Palang Merah Indonesia (PMI) DIY. Bisnis minyak goreng jelantah adalah bisnis sambilannya saja.

“Untuk hasil dari usaha sambilan kami ini ya sebenarnya masih bersifat fluktuatif.Kami terus menjalankannya dengan penuh semangat, “lanjut pria ramah ini.

Melalui akun media sosialnya, Jumali SAg terus menawarkan, mengajak kepada teman teman di linimasa media sosialnya untuk ajakan jalinan kerjasama. “Kami sangat terbuka dengan yang punya bisnis industri makanan, instansi, resort, kami siap jemput minyak jelantah ke berbagai daerah dan kota untuk kami beli dan akan diolah dijadikan bio diesel,” tulis nya di akun media sosialnya.

Maka menyesuaikan dengan waktu kerja utamanya, Jumali SAg menambahkan, meski letak usahanya di Desa Karangtengah, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY, namun untuk jemput dan ambil minyak jelantah bisa hingga ke luar kota ke Pekalongan, ke Cilacap dan daerah daerah lainnya.

Bahkan ke kota Bandung pun dia jemput. Minyak minyak jelantah yang telah terkumpul di jerigen jerigen itu lalu nanti diolah dengan mitra bisnis nya menjadi bio diesel.

Untuk memudahkan mendapatkan minyak jelantahnya, Jumali SAg juga membina ke pengepul pengepul kecil untuk mau menjual minyak minyak jelantah yang telah mereka kumpulkan kepadanya.

Selain di Jogjakarta, bisnis serupa ini, minyak jelantah bekas menurut pemantauan monitornusantara.com juga telah ada pula seperti di Depok Jabar dan mungkin juga untuk daerah daerah lainnya. ***

 

Ikuti MONITORNusantara.com di Google News

Sempatkan juga membaca artikel menarik lainnya, di portal berita EDITOR.id dan MediaSosialita.com