Ketimun suri hijau yang dibudidayakan oleh Ruchiat
MONITORNUSANTARA.COM, PANDEGLANG – Adalah Azmat Tilah Ruchiat (35) sosok kepala rumah tangga muda usia ini, kini getol bertani membantu bapak mertuanya di sawah di Pandeglang Banten dekat tempat tinggalnya.
Saat saat bulan ramadhan, ramai pedagang dadakan menjual ketimun suri, maka begitu pun dengan hasil tanaman yang ditanam Ruchiat, salah satunya adalah ketimun suri hijau banyak dicari orang.
Sosok Ruchiat, memang tipikal pekerja keras. Setelah tidak lagi bekerja di PT sejak beberapa tahun lalu, kini dia rajin membantu bapak mertuanya mengolah lahan di belakang rumahnya yang juga ditanami ketimun suri hijau.
“Hasilnya, alhamdulilah pada ramadhan ini berkah berlimpah. Sebagian dari hasil tanaman di lahan kami berupa ketimun suri, kami bagikan ke tetangga agar berkah,” kata Ruchiat kepada monitornusantara.com saat dihubungi lewat ponselnya.
Dari harganya, ketimun suri di dekat lahan petani nya langsung, menurut Ruchiat sangat murah. Tak semahal dengan harga di pasaran di kota kota, termasuk yang dijual pedagang di Kota Depok.
“Harga disini per kilogramnya bisa hanya Rp9.000 saja. Itupun dengan kualitas buah ketimun suri hijau yang sangat manis rasanya,” ungkap Ruchiat.
Dari pemantauan monitornusantara.com di Kota Depok, sebagian besar pedagang buah dadakan ramai pada menjual ketimun suri. Mereka pada bulan ramadhan ini kebanyakan khusus menjual ketimun suri saja dan terlihat ketimun suri kuning yang dijual mereka lebih mendominasi.
Ketimun suri itu pun dengan harga yang mahal. Satu buah ketimun suri bisa seharga Rp10ribu atau bahkan lebih mahal lagi.
Namun menurut Ruchiat, meski warnanya hijau, sebenarnya ketimun suri lebih enak rasanya, lebih manis yang warnanya hijau seperti yang dia budidayakan bersama bapak mertuanya di Pandeglang Banten.***


