Mulyati, berada di kebun hidroponiknya.
MONITORNUSANTARA.COM, DEPOK-Berawal dari hobi bertanam mengisi waktu luang, sejak awal mulai pandemi corona, sosok Mulyati (50) kini memiliki dua lahan tanaman hidroponik di samping rumahnya.
Lahan pertama, dimulai sudah selama pandemi corona di Blok E1/01 Rt 05/Rw 15 Perumahan Depok Maharaja, Kelurahan Rangkapanjaya, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok, Jabar.
Sedangkan lahan kedua, dimulai sejak 1 Januari 2022 lalu di rumahnya yang masih satu Rt, tepatnya di Blok E2/12 Rt 05/Rw 15 di perumahan yang sama.
Dibantu suaminya, Sugiarto (55), Mulyati yang telah memiliki ilmu bertanam hidroponik dari belajar di youtube, kini telah seringkali memanen berbagai tanaman sayur.
Tanaman di lahan pertama, seperti kangkung, pockcay (sawi sendok) dan sawi hijau. Sedangkan di lahan kedua lebih bervariasi tanamannya.
“Alamat kebun yg kedua, di Blok E2 no 12. Dan yang kami tanam lebih variasi, selada hijau, merah, jenis romaine dan bayam,” tutur Mulyati.
Awalnya, sosok ibu muda itu, selalu membagi bagikan hasil panen tanaman hidroponiknya. Namun, atas masukan teman temannya, lalu berbagai sayurannya dijual dengan harga masih di bawah sayuran di supermarket.
Misalnya, setiap 300gram sawi hijau hanya dijualnya Rp10.000 saja.Kata Mulyati, dalam memanen setiap tanaman sayurnya, hanya membutuhkan waktu antara 20 hari, 28 hari hingga paling lama 30 hari saja., Untuk beberapa varian sayuran seperti kangkung, pokchoy dan caisim, sedangkan untuk jenis selada, kale membutuhkan waktu sekitar 35 hari hingga panen.
“Saya mengajak kepada ibu ibu, untuk membudidayakan tanaman hidroponik yang sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sayur keluarga,” ujar Mulyati saat ditemui di rumah sekaligus tempat hidroponiknya, Selasa (15/3) 2022.
Bagi ibu ibu yang dapat memanfaatkan lahan rumah dengan menanam sayur hidroponik, tentunya juga dapat menghemat uang belanja harian dan mengkonsumsi sayuran sehat hasil kebun sendiri, utk dinikmati keluarga.
Pada akhir bincang bincangnya, Mulyati yang sebenarnya sewaktu kuliah di jurusan teknik, mengajak kepada para ibu agar tidak ragu mengembangkan hobi bertanam dengan cara hidroponik.***


