Jakarta, MONITORNUSANTARA.COM,- Mantan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, belum lama ini diundang untuk mengunjungi Malaysia. Apakah ini sinyalemen Malaysia akan menggunakan pelatih asal Korea Selatan untuk membangun kekuatan Timnas Malaysia.

Di Indonesia sendiri meski Shin Tae yong dicintai ribuan supporter dan penggemar bola tanah air namun hingga kini PSSI masih tetap antipati atau tidak suka sama sekali untuk mendatangkan pelatih yang sukses mengantar Indonesia ke Babak 3 Penyisihan Piala Dunia 2026 dan Semifinal Piala Asia U-23 itu.

Shin Tae-yong terbang ke Malaysia untuk menghadiri ajang Piala Pemuda Internasional KFAM 2025 yang digelar di Sabang Jaya, Malaysia

Pada kesempatan tersebut, Shin Tae-yong mendapat pertanyaan terkait masa depannya.

Dalam hal ini, pelatih yang sering disapa STY itu dikaitkan dengan Selangor FC.

Shn Tae-yong mengaku tetap membuka peluang jika ada tawaran yang ada.

Hanya, pelatih asal Korea Selatan tersebut berniat istirahat dulu dalam melatih.

“Saya belum punya tim, Saya ingin istirahat dulu.”

“Saya selalu terbuka (untuk tawaran melatih) di mana pun, baik tim nasional maupun klub profesional,” kata Shin Tae-yong dilansir dari NST.com.my.

Di sisi lain, Indonesia didatangi mantan pelatih Uzbekistan, Timur Kapadze.

Timur Kapdze terlihat mengunjungi masjid Istiqlal di Jakarta, Jumat (21/11/2025).

Kehadiran pria berusia 44 tahun itu memperkuat rumor soal pelatih timnas Indonesia.

Seperti yang diketahui, Timur Kapadze menjadi salah satu kandidat kuat sebagai pelatih anyar skuad Garuda.

Pelatih asal Uzbekistan itu mengaku kunjungannya ke Indonesia bukan untuk melatih timnas Indonesia.

Namun, Timur Kapdze sendiri mengaku membuka diri untuk melatih timnas Indonesia.

“Jadi kemungkinan ada.”

“Tapi kalau kunjungan ini, seperti Profesor tadi bilang, itu kunjungan untuk belajar travel, jadi lebih tahu suasana.”

“Jadi ini kan kalau langsung ada undangan, ini kan bisa diperhatikan.”

“Tapi sekarang fokusnya, jadwalnya sudah jelas bahwa kita sekarang belajar dulu,” ucap Timur Kapadze.

Jika resmi melatih Timnas Indonesia, pelatih asal Uzbekistan itu mengungkapkan akan memainkan strategi yang berfokus pada kemenangan. Hal ini sejalan dengan apa yang pernah diterapkan oleh Shin Tae-yong.

Timur Kapadze menjadi salah satu kandidat pelatih Timnas Indonesia, menggantikan Patrick Kluivert yang dipecat usai Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Hal tersebut dikonfirmasi langsung olehnya.

“Jadi, pernah ada yang kontak dari federasi, ya, tapi tidak konkret,” ujar Timur Kapadze dalam konferensi pers di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (21/11/2025).

Pelatih berusia 44 tahun itu bahkan mengaku cukup tertarik untuk menangani Jay Idzes dan kawan-kawan. Ia juga terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut dengan PSSI terkait rencananya jika dipercaya melatih Tim Merah Putih.

“Pertanyaannya apakah ada keinginan? Saya bilang bahwa ada rencana, sudah direncanakan, kunjungan (ke Indonesia). Jadi setelah kunjungan bisa dibahas, itu bisa dibahas, karena pertanyaannya ini sangat umum, apakah ada keinginan kerja sama dengan Indonesia? Itu saja, jawabannya pun sesuai,” katanya.

Jika nantinya resmi dipilih oleh PSSI, Timur Kapadze siap membawa filosofi bermainnya sendiri. Ia menyatakan bahwa sepak bola yang akan diterapkannya bersifat agresif demi mencapai hasil terbaik.

“Setiap pelatih punya filosofi sendiri. Kalau saya, jelas ingin menciptakan peluang sebanyak mungkin dengan terus menekan lawan,” ucap Kapadze.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama dalam permainan sepak bola adalah kemenangan. Oleh karena itu, ia akan memainkan gaya bermain yang berorientasi pada hasil.

“Tapi KPI tentu hasil. Saya fokus pada hasil untuk menang, jadi ini memerlukan fleksibilitas,” jelasnya.

Sementara itu, Kapadze menyebut formasi andalannya adalah 4-3-3, meski tetap bisa berubah sesuai kebutuhan.

“Dasarnya 4-3-3, tapi berdasarkan lawan saya bisa menerapkan sistem yang berbeda,” ujarnya.

Gaya bermain tersebut mengingatkan pada pendekatan Shin Tae-yong saat menangani Timnas Indonesia. Saat itu, Garuda tampil dengan pola serangan balik cepat serta pressing tinggi. ****

Ikuti MONITORNusantara.com di Google News

Sempatkan juga membaca artikel menarik lainnya, di portal berita EDITOR.id dan MediaSosialita.com