Malang, Jawa Timur, MONITORNUSANTARA.COM,- Waktu seolah merentang panjang sejak langkah pertama mereka menapakkan kaki di kampus tercinta Tegalboto, Jember. Namun, akhir pekan lalu, rentang waktu puluhan tahun itu seakan melebur dalam dekap kehangatan, tawa renyah, dan kenangan masa muda yang tak pernah lekang oleh zaman.

Para Alumni Fakultas Hukum Universitas Jember Angkatan 1988 (Foluj 88) kembali menorehkan cerita indah dan kembali bersua. Menggelar Reuni Akbar dan Silaturahmi untuk memperingati 38 tahun berdirinya perkumpulan, para lulusan yang menyebar dan mengabdi di berbagai profesi seantero tanah air ini berkumpul dalam balutan rasa syukur yang mendalam.

Acara yang merupakan reuni akbar kesembilan kalinya ini dipusatkan di udara sejuk Hotel Purnama, Kota Batu, Malang, sejak Sabtu (31/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026).

Kekompakan dan Kebersamaan

Menanggalkan Atribut, Melebur Tanpa Sekat

Ada pemandangan yang menyentuh hati di balik kemegahan acara tersebut. Meski di dunia nyata mereka adalah para tokoh penting dengan jabatan strategis—mulai dari penegak hukum, jurnalis, pimpinan daerah, praktisi hukum terkemuka, abdi negara, hingga profesional—di ruang kebersamaan ini, semua atribut itu dilepas begitu saja.

Tak ada sekat pangkat, jabatan, ataupun status sosial. Yang ada hanyalah rasa kekeluargaan yang tulus. Mereka menyatu dalam satu jiwa, merayakan 38 tahun persahabatan sejak lulus kuliah hingga sukses meniti jalan hidup masing-masing dalam keadaan sehat walafiat.

Kehadiran sejumlah sosok inspiratif turut menyemarakkan suasana. Tampak hadir Dr. Abdul Qohar, yang kini mengemban amanah sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur; Dr. Imam Hidayat, advokat ternama sekaligus Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Peradi; serta Agus Eko Purnomo yang kini menjabat Kepala Kejari Pontianak.

Tak ketinggalan, hadir pula Abdul Rokhim yang mengabdi sebagai Kepala Desa di wilayah Kabupaten Lamongan), Subagyo Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Trenggalek, jajaran notaris sukses seperti Dian Nugraha, Yuli Endah Wardantik, Dwi Mangestuningyas, dan Tan Fe Fe, hingga wartawan senior MNC TV, Heri Wibowo.

“Pertemuan ini mengobati kerinduan bahwa kita pernah bersama menimba ilmu di Fakultas Hukum Universitas Jember, suasana reuni penuh canda tawa, semua lepas. Momen indah penuh kenangan ini membuat kita bahagia dan kembali seperti saat kuliah, kembali berjiwa muda, pikiran jadi lebih fresh,” ungkap Dr. Imam Hidayat dengan mata berbinar di sela-sela acara.

Pacu Adrenalin dan Manisnya Buah Lereng Gunung

Reuni kali ini terasa jauh dari kesan formal. Panitia merancang agenda yang memadukan suasana kembali bernostalgia sembari berpetualangan seru untuk memacu adrenalin peserta reuni.

Para alumni diajak berpetualang menaiki Jeep Off-Road, menembus jalan setapak berbatu, menyeberangi aliran sungai di kawasan Coban Talun, serta mendaki lembah di bawah kaki Gunung Arjuno yang menjulang megah. Medan berat naik turun jalan licin dan jeep nyaris terpeleset membuat jantung berdegup kencang, namun tawa riang dan sorak-sorai sukses mencairkan suasana.

Usai berpetualang menantang nyali, rombongan diajak merasakan segarnya alam lereng Gunung Panderman dengan memetik langsung buah apel dan stroberi segar dari pohonnya.

Canda tawa berlanjut saat mereka bernostalgia mengenang masa-masa kuliah: mulai dari curhat perjuangan menyusun skripsi, indahnya masa-masa kos, hingga tingkah usil semasa menjadi mahasiswa hukum.

Malam Keakraban: Seni, Api Unggun, dan Goyang Dangdut Bersama Kajati

Ketika malam mulai menyapa, kehangatan kian terasa di bawah temaram lampu tematik. Gala dinner digelar dengan menyuguhkan ragam kuliner khas Malang hingga hidangan Nusantara yang menggugah selera.

Panggung hiburan semakin meriah berkat penampilan seniman Karsa Budaya Nusantara yang membawakan koreografi menawan, memadukan tarian tradisional mulai dari tarian Leolang Madura hingga Reog Ponorogo yang energetik.

Menjelang larut, suasana malam puncak dihangatkan oleh nyala api unggun. Para alumni bergantian menyumbangkan suara emas mereka mendendangkan lagu-lagu nostalgia. Mulai dari Imam Hidayat, Suparmin, Singgih, Heri Wibowo, Hesti, hingga Tyas bernyanyi bersama, larut dalam harmoni persahabatan.

Suasana kian memuncak tatkala Dr. Abdul Qohar menyumbangkan lagu-lagu berirama dangdut. Tanpa aba-aba, seluruh undangan spontan berdiri, bernyanyi, dan berjoget bersama dalam gelak tawa bahagia.

Tiga puluh delapan tahun mungkin telah berlalu sejak mereka meninggalkan gerbang Fakultas Hukum Universitas Jember. Namun, di bawah langit Kota Batu malam itu, waktu seolah berhenti.

Foluj 88 telah membuktikan bahwa ikatan batin sedulur sak lawase tidak akan pernah luntur oleh jarak dan waktu. Dengan sejuta kesan mendalam, para alumni bersepakat: tahun depan, kita berjumpa lagi!

Ikuti MONITORNusantara.com di Google News

Sempatkan juga membaca artikel menarik lainnya, di portal berita EDITOR.id dan MediaSosialita.com