Jakarta, MONITORNUSANTARA.COM,- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait tidak ditemukannya ijazah setara SMA dalam gugatan hasil Pilpres 2024. Gibran mengatakan saat ini akan berfokus untuk menyukseskan visi dan program Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya sejumlah kelompok menggugat Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke MK mempersoalkan ijazah Gibran.
Menanggapi putusan MK, Gibran mengaku heran. Dirinya menegaskan tidak mungkin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi apabila tidak menyelesaikan pendidikan SMA.
“Ya kalau saya tidak lulus SMA, kan saya nggak mungkin bisa kuliah. Saya kan kuliah sampai S1 juga di Singapura,” kata Gibran, Rabu (7/10/2026).
Gibran mengatakan menghormati seluruh tahapan dan proses yang telah berlangsung di MK. Ia memilih tidak berlarut dalam persoalan tersebut dan akan kembali fokus menjalankan tugasnya sebagai Wakil Presiden.
“Kita hormati seluruh tahapan-tahapan dan proses-proses yang ada di MK. Yang paling penting sekarang, saya akan terus fokus bekerja untuk masyarakat dan menyukseskan visi-misi dan program dari Bapak Presiden selaku pimpinan kami,” kata Gibran.
Terkait putusan MK yang tidak dapat mendiskualifikasi dirinya sebagai Wapres meski tidak ditemukan bukti ijazah atau dokumen penyetaraan pendidikan, Gibran menegaskan bahwa dia melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 setelah lulus pendidikan setara SMA.
Saat ditanya mengenai catatan MK terkait bukti kelulusan yang diserahkan dalam perkara tersebut, Gibran menyatakan akan menindaklanjutinya. “Ya, itu nanti segera kami follow up, ya? Terima kasih,” kata Gibran.
Pada 2023 saat terdaftar sebagai cawapres, Gibran menunjukkan ijazah asli sarjananya untuk menjawab isu berkembang bahwa ia menjadi sarjana ‘bodong’. Di ijazah tersebut, Gibran menunjukkan ia menempuh kuliah di University of Bradford dan lulus pada 2010 lalu. Ijazah tersebut menunjukkan gelar Gibran sebagai B.Sc karena telah lulus dari second class honours second division in marketing.
“Ya biar cepet selesai kan memang ijazahnya ini kalau ijazahnya palsu kan dipermasalahkan sejak awal kalau pendaftaran,” kata Gibran ketika ditemui di Balai Kota Solo, Senin (20/11/2023).
“Endak papa makanya saya bawain temen-temen media bisa pegang bentuk aslinya bentuk fisiknya, ini istilahnya sudah dilegalisir,” katanya menambahkan.
Disinggung apakah mengungkit ijazah palsu adalah salah satu upaya black campaign, Gibran hanya mengatakan itu hal yang biasa. Disinggung apakah hal tersebut merugikan dirinya, ia menganggap tuduhan soal ijazah palsu hanya dianggap lucu-lucuan saja.
“Ya biasa, makanya tak bawain ijazahnya, (biar diliat sendiri), endak sih, saya anggap untuk lucu-lucuan aja,” katanya.
Ditanya kenapa putra sulung Jokowi baru menunjukkan ijazah aslinya lantaran baru kali ini hal tersebut dipermasalahkan? “Ya karena baru sekarang dipermasalahkan, kemarin kemarin katanya foto editan kan fotonya ada di sekolahnya, di kampusnya,” katanya.
Gibran juga sempat berkelakar bahwa sekarang ia sering disebut lulusan setara SMK. Ia malah mengatakan tak ada yang salah dengan lulusan SMK. Bahkan Gibran juga sempat menyentil dokter Tifa dan Roy Suryo yang sempat meragukan gelar sarjananya.
“Saiki usum e (sekarang musimnya) Gibran lulusan SMK, emang kenapa toh lulusan SMK, kan lulusan SMK juga bagus. Ini untuk sertifikat dan lain-lain di sini (sambil menunjuk tumpukan dokumen ijazahnya), itu ibunya lucu sama bapak satunya lucu habis keluar penjara,” katanya.
Putra sulung presiden Jokowi tersebut juga mengaku tak ambil pusing setelah ia menunjukkan ijazah aslinya namun tetap dipermasalahkan. Ia juga sempat bergurau akan berkuliah lagi untuk membuat orang-orang percaya padanya.
“Wis jo protes neh, (harapannya?) Enggak berhenti juga gapapa, biasanya tetep ngeyel sih walaupun sudah diberi bukti, aku yo bingung sek dipermasalahkan opo, opo tak kuliah pisan meneh wae ben percoyo (apa saya kuliah lagi biar percaya),” katanya. ***


