Sidoarjo, Jatim, MONITORNUSANTARA.COM,- Kasus dugaan pembunuhan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, mulai terkuak. Pria misterius yang tertangkap kamera CCTV berada di mobil tempat jasad ditemukan belakangan diketahui bernama Erlan. Ia disebut-sebut banyak terlibat dalam sindikat yang telah memakan banyak korban, kaum perempuan.

Dugaan keterlibatan Erlan dalam sindikat penipuan ini terungkap setelah video yang beredar di media sosial. Video itu kemudian dikuatkan dengan pernyataan kuasa hukum korban, polisi hingga mantan tetangga yang berada di Dampit, Kabupaten Malang.

Video Erlan Bersama Komplotannya Viral

Sebuah video berdurasi 43 detik yang beredar di media sosial memperlihatkan Erlan bersama dua pria lain sedang naik mobil menuju Bali, sementara pakaian yang dikenakannya identik dengan yang terekam CCTV Bandara Juanda serta video saat bersama korban.

Dalam rekaman tersebut, perekam video bahkan menyebut Erlan sebagai gurunya. Dalam video lain, memperlihatkan Erlan juga tampak tiduran di kasur, lalu bermain biliar.

Sebagaimana dilansir dari detikcom, dalam mobil itu, Erlan tampak mengenakan kaca mata dan kaus hitam dengan garis di dada merah putih yang sama saat dipakai saat terekam kamera CCTV di Bandara Juanda, juga saat dalam video bersama Ruly.

“Saya bersama Mas Wahyu dan Mas Erlan. Ini guru saya ini. Kami OTW Bali. Nanti setelah dari Bali kembali ke pujaan hati di Malang,” demikian suara perekam saat dalam mobil.

Kuasa Hukum Sebut Erlan Komplotan Penipu

Kuasa Hukum keluarga Ruly, Risang Bima Wijaya membenarkan video yang beredar tersebut memang Erlan, terduga pelaku pembunuhan Ruly. Ia juga tak membantah bahwa Erlan memang komplotan penipu.

“Iya, itu Erlan dan komplotannya (penipu),” ujar Risang, Rabu (8/7/2026).

Gunakan Love Scamming Pancing Korban

Menurut Risang, pola hubungan antara Erlan dan Ruly mengarah pada modus love scamming. Pelaku diduga lebih dulu membangun kepercayaan korban melalui telepon atau media sosial dalam waktu lama sebelum akhirnya mengajak pertemuan langsung.

“Kalau dari informasi yang kami peroleh, mereka memang sudah saling mengenal dalam waktu yang cukup lama. Tetapi komunikasi itu hanya lewat telepon atau media daring. Pertemuan secara langsung baru terjadi saat peristiwa tersebut,” kata Risang.

Dugaan tersebut, menurutnya, masih harus dibuktikan melalui proses penyidikan yang kini dilakukan kepolisian.

“Dugaan kami, pola yang terjadi mengarah seperti love scam. Pelaku membangun kepercayaan korban terlebih dahulu melalui komunikasi jarak jauh, kemudian baru bertemu secara langsung. Namun tentu ini masih dugaan yang nantinya harus dibuktikan melalui penyidikan kepolisian,” beber Risang.

“Kalau dari informasi yang kami peroleh, mereka memang sudah saling mengenal dalam waktu yang cukup lama. Tetapi komunikasi itu hanya lewat telepon atau media daring. Pertemuan secara langsung baru terjadi saat peristiwa tersebut,” imbuhnya.

Usai Foto Beredar Luas Erlan Dicari Banyak Orang

Erlan diketahui pernah berdomisili di Jalan Semeru Selatan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.
Ketua RT setempat, Hanafi, membenarkan bahwa Erlan adalah mantan warganya yang sempat tinggal 7 tahun setelah menikah dengan pegawai pemerintahan bernama Atik. Namun, Erlan menghilang tanpa jejak setelah bercerai pada 2021.

Hanafi, mengaku banyak orang mendatangi lingkungan tempat Erlan pernah tinggal setelah foto pria tersebut beredar luas. Apalagi setelah kasus dugaan pembunuhan korban yang mayatnya ditemukan dalam mobil dinas di parkiran Bandara Juanda.

“Beberapa hari banyak yang mencari, setelah Erlan muncul fotonya karena kasus di Juanda itu,” ujar Hanafi.

Bahkan, menurut Hanafi, ada warga asal Pasuruan yang mengaku kehilangan mobil Pajero setelah dipinjam Erlan dan belum pernah dikembalikan.

“Ada warga Pasuruan mencari Erlan, katanya mobil Pajeronya dibawa sampai sekarang belum dikembalikan,” ungkap Hanafi.

Sebagai Ketua RT, Hanafi saat ini juga banyak menerima pertanyaan dari aparat kepolisian terkait penyelidikan yang diduga berkaitan dengan Erlan. “Banyak polisi juga datang dan tanya soal Erlan,” tuturnya.

Hanafi membenarkan Erlan memang pernah menjadi warganya. Namun sekarang sudah tidak tahu keberadaannya karena sudah pindah karena telah bercerai dengan sang istri.

“Dulu warga saya, tapi sudah bercerai tahun 2021-an. Setelah itu dimana, saya tidak tahu. Dulu menikah dengan namanya Mbak Atik, sekitar tujuh tahunan tinggal di wilayah sini. Sebelum kemudian bercerai,” beber Hanafi.

Selama menjadi warganya, Hanafi mengaku tidak begitu mengenal akrab Erlan karena jarang bergaul. Hanafi hanya mengetahui Erlan biasanya terlihat berolahraga pagi.

“Kerjanya apa kurang paham, tapi kalau pagi sering biasanya jalan kaki atau lari. Kemudian kembali ke rumah,” tuturnya.

Hanafi juga menyebut, bahwa Erlan bersama mantan istrinya dinilai cukup tertutup. Sehingga banyak tidak diketahui aktivitas yang sehari-hari dilakukan.

“Mereka tertutup, kalau mantan istrinya kerja, pegawai di pemerintahan,” paparnya.

Meski tertutup, Hanafi mengungkapkan seluruh warga di Jalan Semeru Selatan mengetahui dan mengenal Erlan. Apalagi setelah kasusnya mencuat dan menjadi pemberitaan. “Semuanya kenal, tapi kita jarang ketemu untuk ngobrol bareng,” pungkasnya.

Polisi Sebut Erlan Tukang Tipu Sasar Perempuan Mapan

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur membenarkan sifat licin Erlan. Jumhur menyebut Erlan merupakan tukang tipu profesional yang sengaja mengincar wanita matang dan mapan secara finansial.

Polisi menduga korban-korbannya dijaring melalui pertemuan langsung atau kopi darat setelah sebelumnya menjalin komunikasi.

“Jadi, latar belakangnya (E) ini memang orang ini tukang tipu-tipu,” kata AKBP Jumhur.

“Perkenalannya lewat kopi darat. Lewat pertemuan langsung. Korbannya, khususnya perempuan-perempuan yang sudah mapan,” imbuhnya.

Salah satu korbannya yakni Ruly yang kemudian ditemukan tewas dalam mobil dalam mobil di parkiran Juanda.

Seluruh Personel Jatanras Dikerahkan Memburu Erlan

Meski identitas Erlan telah dikantongi dan berbagai informasi mengenai latar belakangnya mulai terungkap, hingga kini polisi masih belum berhasil menangkap pria tersebut karena diduga terus berpindah-pindah lokasi.

Untuk mempercepat pengejaran, Ditreskrimum Polda Jatim telah mengerahkan seluruh personel Jatanras dan berkoordinasi dengan Polresta Sidoarjo guna melacak keberadaan Erlan.

“Seluruh personel Jatanras diterjunkan untuk memburu keberadaan pelaku,” tegas AKBP Jumhur.

Jasad Korban Ditemukan di Parkiran Bandara Juanda

Seperti diberitakan, seorang wanita ditemukan tewas mengenaskan di dalam mobil Toyota Kijang Innova berpelat merah yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Rabu (24/6/2026). Informasi yang dihimpun, ditemukan darah mengalir di sekitar mobil tersebut.

Mobil tersebut diketahui telah masuk ke area parkir Terminal 1 Bandara Juanda sejak Sabtu (20/6/2026). Dari data parkir, kendaraan itu belum pernah keluar hingga akhirnya ditemukan seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia di dalamnya.

Korban belakangan diketahui bernama Ruly Yunis Setiawati (50) pejabat Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan. Kematian tragisnya masih menjadi teka-teki besar. Terduga pelaku yang bernama Erlan (54) masih bebas berkeliaran. ***

Ikuti MONITORNusantara.com di Google News

Sempatkan juga membaca artikel menarik lainnya, di portal berita EDITOR.id dan MediaSosialita.com