Anggaran Operasional Bagi Ketua RT/RW pada 2024, Di siapkan Pemkot Surabaya Besaranya segini.

Surabaya Jatim MonitorNusantara.com-
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meresmikan Balai RW III, Kelurahan Pucang Sewu, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya.
Apalagi, selama ini Pemkot juga telah memberikan bantuan untuk perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) hingga balai RW.
“Matur nuwun (terima kasih) bapak, khususnya renovasi Balai RW dan Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) yang sungguh sangat dirasakan manfaatnya oleh warga,” kata Hendri Susanto.
Saat ini, banyak program lain di Balai RW yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.
Seperti di antaranya Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Balai RW serta program Sinau dan Ngaji Bareng.
“Ada juga Kader Surabaya Hebat, sudah menjadi garda terdepan dalam menghadapi persoalan-persoalan warga,” katanya.
Melalaikan Balai RW, warga bisa saling berinteraksi antara satu dengan lainnya. “Pertemuan rutin telah membentuk perilaku budaya dan kerukunan antar warga, bukan hanya di dalam RW tapi juga antara RW,” kayanya.
Sebelumnya, Pemkot Surabaya telah memberikan insentif sebagai biaya operasional bagi Ketua RT, Ketua RW, dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) di Surabaya. Mulai 2021, intensif para tokoh masyarakat naik 100 persen.
BERITA TERKAIT
Masing-masing kenaikannya: Ketua RT dari Rp500 ribu menjadi Rp1 juta, Ketua RW dari Rp600 ribu menjadi Rp1,2 juta, dan Ketua LPMK dari Rp750 menjadi Rp1,5 juta.
Kenaikan ini diperuntukkan kepada seluruh pengurus, rinciannya 9.126 Ketua RT, 1.360 ketua RW, dan 154 ketua LPMK se- Surabaya.
Naik Angkot untuk Tekan Polusi
Selain meningkatkan anggaran operasional bagi RT/RW di Surabaya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi juga membuat kebijakan baru untuk mengurangi kemacetan lalu lintas serta mengendalikan pencemaran udara di wilayah yang dipimpinnya .
Kebijakan baru itu adalah “Gerakan Bebas Macet dan Polusi,” yakni seluruh pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya diwajibkan untuk menggunakan kendaraan umum saat ke kantor setiap hari Jumat.
Gerakan itu sudah dimulai Eri Cahyadi sejak hari Jumat (1/9/2023).
Kala itu, ia bersepeda dari kediamannya di daerah Ketintang menuju Balai Kota Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

%d bloggers like this: