Surabaya, MONITORNUSANTARA.COM – Jawa Timur menjadi salah satu provinsi termaju di Indonesia dengan infrastruktur yang lengkap. Salah satunya dibangunnya bandara megah yang berstatus Internasional di wilayah teramai kelima di Jawa Timur.

Ternyata bandara Internasional yang ditaksir menghasilkan anggaran pembangunan mencapai Rp40 miliar ini kini justru sepi pengunjung.

Sebagai informasi, Jawa Timur memiliki berbagai infrastruktur vital yang menunjang konektivitas masyarakat.

Bukan hanya jalan tol, jembatan, dan bendungan, infrastruktur strategis yang berada di wilayah Provinsi Jawa Timur adalah bandara.

Jawa Timur memiliki bandara megah yang sekarang resmi berstatus Internasional.

Bandara Banyuwangi resmi disahkan sebagai bandar udara Internasional melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor Nomor 37 dan 38 Tahun 2025.

Dilansir dari ayobandung.com, bandara Internasional Banyuwangi dibangun di wilayah terbesar di Jawa Timur yaitu Kabupaten Banyuwangi.

Kabupaten yang meraih upah minimum tahun 2025 sebesar Rp2.810.139 ini memiliki luas wilayah 3,593,06 km2 yang dihuni lebih dari 1,7 juta jiwa sehingga disebut sebagai daerah teramai kelima di Jawa Timur.

Bandara Internasional Banyuwangi tepatnya berada di Jatisari, Blimbingsari, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi.

Bandara dengan konstruksi landasan pacu 2.450 meter dan lebar 45 meter dibangun di lahan seluas 125,5 hektare.

Bandara Internasional Banyuwangi dibangun dengan konsep green building yang tidak memanfaatkan AC dalam beberapa area bandara.

Bandara memanfaatkan aliran udara alami untuk mendinginkan ruangan, sehingga hemat energi dan tetap nyaman.

Selain itu penerapan green building juga terlihat dari penggunaan ventilasi dan pencahayaan alami, desain atap ber vegetasi, pemanfaatan material lokal hingga daur ulang, penerapan sistem konservasi air, serta penggunaan panel Surya.

Desain visual bandara Internasional Banyuwangi juga terlihat dari kental nya ornamen dan arsitektur yang mengadaptasi kebudayaan suku asli kabupaten Banyuwangi yaitu suku Osing.

Bandara yang memiliki luas terminal Domestik 10.000 meter persegi dan terminal Internasional 600 meter persegi ini hingga berhasil meraih penghargaan “The 2022 Aga Khan Award for Architecture (AKAA)” di bidang arsitektur bergengsi dunia.

Seiring perkembangannya, bandara Internasional Banyuwangi justru sepi dari pengunjung.

Rendahnya okupansi pengunjung bandara dianalisis memiliki beberapa penyebab.

Di antaranya kurangnya pelayanan rute penerbangan sehingga banyak maskapai penerbangan yang mencabut jadwal operasional nya di bandara Internasional Banyuwangi.

Saat ini bandara hanya menyediakan penerbangan komersial dengan rute domestik ke Jakarta dan Surabaya dan sudah tidak melayani penerbangan jalur internasional.

Hal ini sangat berdampak pada berkurangnya pilihan penerbangan bagi penumpang.

Selain itu kurang adanya perbaikan akses menuju dari dan ke bandara Internasional Banyuwangi dan dinilai juga masih terbatas sehingga menurunkan minat dan atensi pengunjung bandara.

Faktor sosialisasi dan promosi yang disebut kurang gencar juga menjadi salah satu penyebab rendahnya pengunjung bandara Internasional Banyuwangi.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti fenomena sepi nya pengunjung bandara Internasional Banyuwangi.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi harus terus melakukan promosi dan perbaikan fasilitas pendukung bandara.

Selain itu, juga menghidupkan potensi daerah ini mencakup sektor pariwisata sehingga minat berkunjung ke bandara juga akan meningkat.

“Agenda-agenda yang dihadirkan harus terus dihidupkan, bersama pengembangan ekonomi kreatif. Maka permintaan penerbangan dari dan menuju Banyuwangi akan semakin banyak,” ujar AHY.

“Ini harus terus dijaga, dan memang paling penting bagaimana bandara terus bisa beroperasi dengan baik,” jelasnya.

“Bandara Banyuwangi tetap dibutuhkan agar terus maju dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta pariwisata daerah,” pungkas AHY. (**)

Ikuti MONITORNusantara.com di Google News

Sempatkan juga membaca artikel menarik lainnya, di portal berita EDITOR.id dan MediaSosialita.com