Jakarta, MONITORNUSANTARA.COM,- Siasat licik dalam tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) satu persatu terus terbongkar. Usai pengadaan motor listrik dan kaos kaki yang nilainya fantastis dan janggal, borok BGN kembali terkuak.

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana terkuak menyuruh Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, Glory Harimas Sihombing menjual hak pengelolaan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tak tanggung-tanggung dapur MBG dijual dengan harga fantastis, Rp 100 juta per titik.

Glory Harimas Sihombing pernah terlibat sebagai Timses Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024. Ia menjadi koordinator Balai Dewan Pakar, organisasi yang memobilisasi pendukung Prabowo-Gibran.

Balai Dewan Pakar merupakan “otak” di balik program-program kampanye Prabowo kala itu, termasuk MBG yang semula bernama makan siang gratis.

Kini Glory Harimas Sihombing, ditetapkan jadi tersangka baru dalam dugaan korupsi tata kelola makan bergizi gratis (MBG). Glory diminta eks Kepala BGN Dadan Hindayana untuk mencari titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menjualnya dengan harga Rp 100 juta per titik.

“Saya bisa, kurang lebih dulu, ya, karena mungkin masih bisa bergulir, ya, berikutnya, ya, masih bisa bergulir, tapi yang kita lihat sekarang sekitar kurang lebih sekitar Rp 100 juta,” ujar Dirdik Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, kepada wartawan di Kejagung, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Meski begitu, Syarief mengatakan pematokan harga titik SPPG yang dijual oleh Glory bervariasi.

Syarief juga mengungkapkan bahwa dari hasil penjualan itu, Glory menyetorkan sejumlah uang secara berkala kepada Dadan sejak 2025, baik dalam bentuk rupiah maupun mata uang asing.

Nilainya bervariasi mulai di atas Rp20 juta hingga rata-rata sekitar seratus juta rupiah per pemberian.
“Iya, jadi memang bervariasi, ya. Jadi, mungkin puluhan sampai ratusan juta,” kata Syarief.

“Jadi, untuk pemberian itu, itu tidak dilakukan sekali, ya. Tidak dilakukan sekali, tapi ada yang secara berkala, ya, ada yang secara mungkin kalau diperlukan (uangnya). Jadi, tidak sekali,” jelas Syarief.

Syarief mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan perhitungan terkait jumlah total uang yang diberikan oleh Glory ke Dadan. Dia menjelaskan, durasi pemberian uang ini dilakukan sejak 2025 hingga sekarang.

“Kalau jumlahnya, memang sedang kita hitung sampai saat ini. Berapa pastinya, ya? Karena ini dilakukan selama beberapa bulan dari mulai tahun 2025 sampai dengan saat ini,” kata Syarief.

Dia juga menjelaskan, bahwa Glory sudah mengenal Dadan dari sebelum tahun 2024. “Masalah perkenalan, memang betul, Saudara GHS ini sudah kenal dengan Saudara DH itu sebelum tahun 2025. Sebelum tahun 2025, jadi sekitar sebelum tahun 2024 pun sudah, memang sudah kenal dengan Saudara DH,” imbuh dia.

Glory juga disebut memiliki akses khusus untuk berkomunikasi dengan tim verifikator yang ditunjuk Dadan, yang digunakannya untuk mengurus proses rollback atau pengembalian status sejumlah titik SPPG di bawah naungan yayasannya.

Siapa Sosok Glory Harimas Sihombing?

Glory Harimas Sihombing pada Pilpres 2024 pernah menjadi koordinator Balai Dewan Pakar. Balai Dewan Pakar adalah organisasi yang mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Balai Dewan Pakar pernah membuat buku ‘Prabowo Sang Penerus’.

Ia kemudian bergabung dan menjadi Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review (IFSR). Yayasan ini beroperasi seperti lembaga think tank yang rajin menerbitkan publikasi terkait manfaat sejumlah program unggulan Prabowo, termasuk MBG.

Co-founder yayasan ini adalah Dirgayuza Setiawan, kader Gerindra yang kini menjabat Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Sementara pembinanya adalah Hanief Adrian, Sekjen Relawan Muda Prabowo-Gibran.

Yayasan Pengelola Dapur MBG Di Berbagai Tempat

Yayasan ini juga mengelola dapur MBG di berbagai wilayah di Indonesia. Mengutip dari laman BGN, yayasan yang dikelola Glory tersebut memiliki sejumlah dapur MBG antara lain di Jalan Ki Hajar Dewantara Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan; Jalan Godean, Sidokarto, Kecamatan Godean, Sleman, DIY; Jalan Surami, Mantrijeron, Yogyakarta; Jalan M Bakri, Singajaya Jonggol, Bogor; hingga di Karawang.

Mengutip dari Antara, IFSR pernah menerbitkan buku berjudul “Strategi IFSR dalam Akselerasi Implementasi 32.000 SPPG & 82 Juta Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis”.

Peluncuran buku ini dilakukan pada 9 Mei 2025. Buku tersebut kemudian diserahkan kepada Kepala BGN saat itu, Dadan Hindayana.

Berdasarkan rilis yang diterbitkan Pemerintah Provinsi Babel pada 2020, Glory disebut pernah menjabat sebagai Direktur di PT Agro Industri Nasional (PT Agrinas).

Kala itu, dia mewakili PT Agrinas melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Sumatera Selatan terkait pengembangan kawasan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional.

ICW: Yayasan Terafiliasi Relawan Capres, Glory Pernah Jadi Timses

Dalam laporan Indonesia Corruption Watch berjudul “Ada Siapa di Balik MBG?” Yayasan Indonesia Food Security diduga masuk dalam daftar yayasan yang terafiliasi dengan Relawan Muda Prabowo-Gibran, Balai Dewan Pakar Prabowo, dan Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran.

Pembina dari yayasan tersebut adalah Hanief Adrian yang merupakan Sekretaris Jenderal Relawan Muda Prabowo-Gibran (RMPG). Dalam laporan itu juga disebutkan, Glory merupakan koordinator Balai Dewan Pakar Prabowo.

Dalam jejak digital akun linkedIn milik Glory, dia mengaku sebagai lulusan Biologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Selama masa studi 2010–2014, Glory pernah masuk dalam Dean’s List School of Life Science ITB.

Setelah itu, Glory bekerja di PT Rekan Usaha Mikro Anda (RUMA/Mapan) sebagai bagian dari tim Product Development. Pada 2015, dia menjabat sebagai National Acquisition Analyst di PT Toyota Astra Financial Services selama setahun hingga April 2016.

Pada 2016–2019, Glory masuk ke firma konsultan manajemen global, McKinsey & Company, sebagai seorang Konsultan. pada 2017, dia bergabung dengan SYSTEMIQ Ltd. Di akhir 2019, dia menjabat sebagai Head of Corporate Planning and Business Development di LinkAja.

Tersangka Keenam Bancakan Dapur MBG

Glory Harimas Sihombing menjadi tersangka keenam dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG, menyusul lima tersangka sebelumnya. Tiga tersangka pertama yakni eks Kepala BGN Dadan Hindayana, eks Wakil Kepala Bidang Pengembangan Organisasi dan Dukungan Kelembagaan Lodewyk Pusung, serta Sony Sonjaya, ditetapkan bersamaan pada 3 Juni 2026.

Selanjutnya, Kejagung menahan dua tersangka dari pihak swasta, yaitu orang kepercayaan Sony Sonjaya, Asep Yusuf Somantri, pada 6 Juni 2026, dan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT) Andri Mulyono pada 12 Juni 2026, yang berstatus sebagai vendor motor listrik bermerek Emmo yang digunakan dalam operasional program BGN.

Glory kini dijerat Pasal 12 huruf a, b, dan e Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 20 huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dan ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung. ***

Ikuti MONITORNusantara.com di Google News

Sempatkan juga membaca artikel menarik lainnya, di portal berita EDITOR.id dan MediaSosialita.com