Jakarta, MONITORNUSANTARA.COM,- Hingga pagi ini polisi masih menutup rapat-rapat siapa yang jadi target dari operasi penggeledahan di delapan lokasi di Jakarta dan Bogor. Polisi hanya membocorkan bahwa kasus ini terkait dugaan pencucian uang dalam skandal korupsi kelas kakap Batu Bara, ASABRI dan Krakatau Steel.
Namun publik menduga pelakunya tentu “orang kuat” dan sangat berpengaruh. Pasalnya, Tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengklaim kegiatan mereka mendapatkan atensi dari Presiden Prabowo Subianto.
Pada saat menggeledah rumah di Sentul, Bogor, Jawa Barat (Jabar), polisi menemukan dan menyita harta berupa 74 kilogram emas batangan dan uang asing dalam jumlah besar. Polisi mengklaim emas dan uang tersebut bagian dari dugaan pencucian uang terkait kasus korupsi PLN, ASABRI dan Krakatau Steel.
Selain menyita 74 kilogram emas batangan dan uang asing, polisi juga menyita foto keluarga diduga pemilik rumah dan barang dalam brankas.
“Kemudian kita juga telah melakukan penciptaan beberapa dokumen-dokumen, termasuk handphone. Kemudian beberapa foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan pemilik barang dalam brankas,” kata Kakortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto di Sentul, Bogor, Kamis (9/7/2026) dini hari sebagaimana dilansir dari detikcom.
“Selanjutnya barang bukti akan kita lakukan penyitaan,” imbuhnya.
Dari penggeledahan yang dilakukan sejak siang hingga pukul 02.00 WIB, polisi diketahui menemukan brankas berukuran besar di balik dinding. Dan hingga dinihari proses penggeledahan masih berlangsung.
Sejumlah petugas tampak keluar masuk ke dalam rumah yang digeledah. Di luar rumah, sejumlah petugas bersenjata lengkap masih berjaga.
Polri Klaim Kasus Ini Sudah Jadi Atensi Presiden
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan pengusutan kasus dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.
“Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan,” kata Budi Hermanto seusai penggeledahan di Cafe de’Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026).
Budi mengatakan penggeledahan bagian dari pengungkapan dugaan korupsi batu bara di PLN yang memicu blackout di Sumatera beberapa waktu lalu, ASABRI, dan Krakatau Steel. Kasus korupsi yang diusut meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang.
“Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de’Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel,” ujarnya. ****


