Jakarta, MONITORNUSANTARA.COM,– Satu lagi calon manager Koperasi Merah Putih (Kopdes) meninggal dunia saat ikut latihan dasar militer (latsarmil). Peserta tersebut bernama Novia Rahmadhani Sihotang. Ia meninggal dunia saat ikut pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.
Novia mengikuti angkatan pertama program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Namun apa dikata. Cita-cita demi meraih pekerjaan di Kopdes Merah Putih belum kesampaian, Novia harus merenggang nyawa.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan bahwa pihaknya sudah mendapat informasi terkait dengan kabar tersebut pada Rabu (24/6/2026).
“Benar, Kementerian Pertahanan telah menerima laporan mengenai meninggalnya salah satu peserta Program SPPI KNMP Tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta,” kata Rico saat dikonfirmasi.
Menurut Rico, pada Senin (22/6) Novia mengalami gangguan kesehatan dan segera mendapatkan penanganan oleh tim kesehatan satuan. Dia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, nyawanya tetap tidak tertolong.
“Meski pun telah memperoleh perawatan intensif, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia pada 23 Juni 2026. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit tuberkulosis,” terang dia.
Rico memastikan, sebelum mengikuti program, peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku. Termasuk diantaranya pemeriksaan kesehatan. Para peserta yang mengikuti latsarmil dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan.
“Sejak munculnya keluhan kesehatan, tim medis satuan dan rumah sakit telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.
Atas kabar duka tersebut, Kemhan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhumah. Saat ini, lanjut Rico, Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dan penyelenggara pendidikan terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan kesehatan peserta.
“Guna memastikan keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kemhan mengkonfirmasi bahwa 2 orang peserta latihan dasar militer (latsarmil) meninggal dunia pada 17 dan 18 Juni lalu. Keduanya merupakan peserta yang berasal dari program SPPI Koperasi Desa (Kopdes) Kelurahan Merah Putih atau KDKMP dan KNMP 2026. Kedua peserta bernama Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.
“Peserta atas nama Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026,” kata Rico pada Selasa (23/6/2026).
Atas kondisi tersebut, Anisa telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan. Dia kemudian dirujuk ke rumah sakit. Berdasar keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke. Sementara satu peserta lain atas nama Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja.
“Dia mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan oleh tenaga kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung,” jelas Rico. ***


