JAKARTA, MONITORNUSANTARA.COM,- Institut Media dan Ruang Publik Indonesia (IMPRESI) mengecam keras terkait dugaan permainan kepentingan finansial asing di balik polemik Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dinilai berpotensi menggerus bursa saham tanah air.
Tak tanggung-tanggung, lembaga pemantau media independen ini mengancam akan melayangkan somasi dan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti merugikan perekonomian nasional.
Pernyataan keras tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Komunikasi IMPRESI, Yusuf Mars. I
Ia memperingatkan Singapura agar tidak membiarkan pusat keuangannya dijadikan sarana untuk praktik-praktik manipulatif market yang merugikan pasar modal Indonesia.
“Singapura jangan coba-coba mengobok-obok ekonomi Indonesia! Negara kecil bukan berarti boleh seenaknya mempermainkan kepentingan ekonomi negara tetangga. Indonesia bukan halaman belakang Singapura,” tegas Yusuf Mars dalam keterangan resminya, Sabtu (24/10/2026).
Modus ‘Perampokan Ekonomi’ Berkedok Pasar Global
Yusuf mendesak, wacana dan polemik seputar MSCI harus dibuka secara transparan ke publik. Terlebih, telah muncul tudingan mengenai kemungkinan keterlibatan kepentingan finansial yang berkaitan dengan Singapura, meskipun dugaan keterlibatan pihak luar telah dibantah oleh sejumlah elemen yang terseret.
IMPRESI menilai tudingan dan bantahan tersebut harus diuji secara objektif agar tidak menimbulkan ketidakpastian hukum dan stabilitas bursa di pasar modal Indonesia.
Ia menyoroti dugaan praktik manipulatif yang sengaja menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk keuntungan sepihak.
“Kalau ada pihak yang sengaja menekan bursa Indonesia, menjatuhkan harga saham, lalu memborongnya dengan harga murah, itu bukan investasi. Itu perampokan ekonomi berkedok mekanisme pasar global,” seru Yusuf.
Skenario yang Dikhawatirkan
Pihak asing sengaja menekan bursa Indonesia → Harga saham lokal anjlok → Saham diborong kembali dengan harga sangat murah.
Yusuf menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh terus-menerus menjadi objek permainan modal internasional. Apalagi, hubungan ekonomi Indonesia dan Singapura selama ini sangat erat dan seharusnya dilandasi oleh prinsip kesetaraan dan saling menghormati, bukan eksploitasi ekonomi.
“Jangan sampai keuntungan ekonomi dinikmati Singapura, sementara risiko dan kerugiannya ditanggung rakyat Indonesia. Hubungan bertetangga harus saling menguntungkan, bukan menjadi kesempatan untuk menguasai ekonomi tetangga,” katanya.
“Indonesia tidak boleh tunduk pada tekanan kepentingan modal global. Kita terbuka terhadap investasi, tetapi bukan berarti membiarkan kedaulatan ekonomi dipertaruhkan,” lanjut Yusuf.
Desak OJK dan BEI Usut Transaksi Tak Wajar
Guna melindungi investor nasional serta menjaga kedaulatan ekonomi, IMPRESI mendesak instansi terkait untuk segera turun tangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta pemerintah diminta untuk menyelidiki setiap indikasi transaksi tidak wajar, konflik kepentingan, maupun dugaan manipulasi pasar yang dapat merugikan investor nasional.
IMPRESI juga meminta otoritas keuangan Singapura memberikan perhatian serius terhadap tudingan yang berkembang dan mendukung transparansi apabila ditemukan indikasi pelanggaran oleh pelaku keuangan yang berada dalam yurisdiksinya.
Yusuf menegaskan bahwa Indonesia sangat terbuka bagi investasi asing, namun tidak akan mengorbankan kedaulatan ekonomi demi tekanan modal global. Jika terbukti ada rekayasa sistematis untuk mencederai pasar saham Indonesia, IMPRESI siap mengambil langkah hukum tegas.
IMPRESI Siap Lakukan Somasi Jika Ditemukan Rekayasa untuk Jatuhkan Pasar Modal Indonesia
IMPRESI menyatakan siap mengkaji somasi terhadap pihak-pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum apabila ditemukan bukti adanya tindakan yang merugikan kepentingan nasional.
“Kami ingatkan, jangan bermain api dengan ekonomi Indonesia. Kalau terbukti ada rekayasa untuk menjatuhkan pasar dan mengeruk keuntungan dari kerugian bangsa ini, kami akan mendorong proses hukum. Singapura harus menghormati Indonesia sebagai negara berdaulat!” pungkasnya.
Sekilas IMPRESI
Institut Media dan Ruang Publik Indonesia (IMPRESI) adalah lembaga pemantau dan analis media yang independen, kredibel, dan berbasis data. IMPRESI bergerak di bidang pemantauan, analisis, riset, advokasi, dan pendidikan media. ***


