Jakarta, MONITORNUSANTARA.COM- Daftar penikmat bancakan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) kini bertambah menjadi 41 nama dari sebelumnya 26 nama. Nama-nama yang berlatar belakang pejabat dan politisi itu diduga terlibat menikmati uang MBG melalui “intervensi kekuasaan” mendapatkan titik penentuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Daftar ke-41 nama itu, bukti-buktinya, termasuk isi chat mereka, telah diserahkan eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang kini jadi tersangka, Irjen Pol Purn Sony Sonjaya ke penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung).
Respon Badan Gizi Nasional (BGN) sangat mengejutkan menanggapi “kicauan” Sony Sonjaya. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari justru mempersilakan Kejaksaan Agung (Kejagung) menyelidiki siapa saja namanya dan alur buktinya.
“Silakan disampaikan ke Kejagung dan menjadi bahan penyidikan oleh Kejagung,” kata Agustina saat dihubungi, Senin (21/6/2026).
Sony Uraikan 41 Nama Penikmat Dapur MBG
Eks Waka BGN Sony Sonjaya tak terima menanggung sendiri jadi tersangka korupsi tata kelola dapur MBG. Ia pun mengungkit ada banyak tokoh politik dan tokoh besar ikut menikmati dan “mengurusi” bancakan titik dapur MBG.
Kuasa hukum Sony, Krisna Murti mengungkapkan dalam pemeriksaan Sony diminta penyidik menguraikan 26 nama yang ikut terlibat menikmati cuan dari dapur MBG. Dan jumlah penikmatnya makin bertambah. Dari semula 26 tokoh, kini bertambah menjadi 41 orang.
“Tadi dibuka (chat) oleh penyidik. Pas dibuka oleh penyidik, ternyata ada tabel terisi usulan orang-orang baru lagi. Jadi bertambah totalnya dari keseluruhan nama yang kemarin 26, ditambah dengan tadi temuan baru, lalu ada tambahan tiga nama lagi yang disebutkan oleh Pak Sony, jadi totalnya hari ini bertambah jadi 41 nama,” ujar Krisna Murti kepada wartawan di Kejaksaan Agung (Kejagung), dikutip Jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan, penambahan itu muncul setelah ditemukan adanya permintaan jatah titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk pihak-pihak yang memiliki afiliasi dengan pejabat tertentu. Dari itu, berkembang menjadi 41 nama yang diduga terkait.
“Jadi satu orang itu mempunyai tabel itu, ‘Pak, ini punya ini ya, ini punya ini ya, ini ada punya Bupati ini’, gitu loh, ada satu orang pas dibuka tadi hasil chat-nya, tabelnya itu terisi sekitar 41 nama.” papar Krisna.
Ke 41 nama tokoh tersebut berperan menjadi “jembatan” atau perantara dengan BGN. Ada sebagian membekingi sejumlah yayasan pemilik dapur dengan jabatan dan nama besarnya.
Mengenai latar belakang nama-nama pihak yang mengajukan titik SPPG itu, Krisna mengatakan rata-rata merupakan kalangan politisi. Dari nama-nama tersebut ada nama purnawirawan TNI-Polri hingga Kepala Daerah atau Bupati.
“Dari kalangan politik. Ya pokoknya dari kalangan politik lah,” ujar Krisna.
Meski begitu, Krisna enggan merinci siapa saja sosok yang masuk dalam daftar tersebut. Ia hanya menyebut bahwa nama-nama yang beredar di media sosial (medsos) memang benar, namun ada juga yang tidak sesuai. Sementara nama-nama baru yang diserahkan ke penyidik belum pernah muncul di publik.
“Ada yang bener ada yang enggak. Pokoknya yang sudah beredar ada yang bener ada yang enggak. Temuan yang baru lagi ini, yang nama-nama baru ini yang belum beredar di mana-mana,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini juga, Krisna menyebutkan Sony tidak mendapat keuntungan dari pihak-pihak yang mengajukan titik SPPG.
“Enggak ada. Tadi juga ditanyakan, ‘Apa keuntungan Bapak memberikan titik-titik ke mereka?’, lalu Pak Soni bilang, ‘Keuntungan saya SPPG ini terpenuhi sesuai dengan target’, gitu loh,” ujarnya.
Kejagung Sudah Tetapkan Enam Tersangka
Kejaksaan Agung sendiri telah menetapkan enam tersangka dalam perkara ini. Dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam pengembangan kasus bancakan Dapur MBG.
Mereka yang telah ditetapkan sebagai tersangka antara lain eks Kepala BGN Dadan Hindayana; eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Kemudian Asep Yusuf Somantri, orang dekat Sony yang menjadi perantara titik dapur.
Ada juga Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal, Andri Mulyono. Peran Andri sebagai pemasok ribuan motor listrik di BGN dengan harga tak masuk akal Rp1,1 triliun. Kejagung juga menetapkan Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Glory Harimas Sihombing (GHS) sebagai tersangka. Perannya sebagai pengatur jual beli titik dapur.
Dalam penyidikan, terungkap bahwa program MBG seharusnya dijalankan oleh yayasan SPPG yang terhubung dengan sekolah penerima. Namun praktik di lapangan menunjukkan banyak SPPG ditunjuk karena kedekatan dengan petinggi BGN, bahkan sejumlah yayasan tidak memenuhi syarat sebagai mitra.
Selain itu, terjadi mark up besar-besaran dalam pengadaan barang, mulai dari 21.801 unit motor listrik senilai Rp1,03 triliun, 32.000 pasang sepatu, hampir 32 ribu unit tablet, hingga 5.400 televisi berukuran 75 inci. Semua ini menimbulkan kerugian besar bagi negara dan menghambat jalannya program MBG.
BGN: Silahkan Kejagung Telusuri Daftar 41 Nama
Menanggapi pengakuan eks Waka BGN Sony Sonjaya ada 41 nama terlibat katabelece dan jadi beking jatah Dapur MBG, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari justru mempersilakan Kejaksaan Agung (Kejagung) menelusuri dan menyelidikinya. Arumsari menegaskan pengelolaan MBG harus transparan dan akuntabel.
“Silakan disampaikan ke Kejagung dan menjadi bahan penyidikan oleh Kejagung,” kata Agustina saat dihubungi, Senin (21/6/2026).
Sebelumnya, Sony diperiksa Kejagung RI sebagai tersangka kasus tata kelola MBG pada Kamis (18/6). Pemeriksaan ini berkaitan dengan pengajuan justice collaborator (JC) yang diajukan Sony dalam perkara ini. ****


